Teror Bom di Medan, Kemenhub Siap Batasi Peredaran Jaket Ojol

Tandaseru – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta perusahaan ojek online, seperti Gojek dan Grab untuk membatasi penjualan seragam terkait insiden bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11).

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengakui saat ini jaket ojek online masih dijual bebas di luar perusahaan tersebut.

“Saya akan komunikasi dengan aplikator. Saya coba nanti mau dapat informasi, sekarang kan gini jaket itu bisa di mana-mana dijual bebas juga,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu sore.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, dengan bebasnya penjualan jaket ojol ini, siapa pun saat ini dapat memakainya. Kemenhub juga akan berkomunikasi dengan perusahaan penyedia transportasi daring tersebut.

Ia menyarankan agar pihak aplikator mendistribusikan atributnya, seperti jaket dan helm secara terbatas, hanya kepada pengemudi yang berprofesi sebagai mitra terdaftar.

“Berikutnya komunikasi dengan aplikator, apakah mungkin penjualannya atau pendistribusiannya dibatasi pada profesi,” tambahnya.

Budi Setiyadi juga mengingatkan bahwa Kemenhub saat ini memiliki peran untuk mengawasi keselamatan dan keamanan penumpang serta mitra ojek online.

Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Nomor PM 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor.

Sebelumnya diwartakan, insiden bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) pukul 08.45 WIB. Pelaku bom bunuh diri mengenakan salah satu atribut jaket ojek online dalam menjalankan aksinya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait