FOKUS

Imbas Gage belum Diberlakukan, Polda Metro Catat Ada Kenaikan Volume Kendaraan di Ibukota

JAKARTA (tandaseru) – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada kenaikan volume kendaraan di DKI Jakarta selama beberapa minggu terakhir. Kenaikan volume kendaraan karena kebijakan ganjil genap (gage) belum diterapkan.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar mengatakan, kenaikan volume lalu lintas ini diprediksi karena aktivitas warga sudah mulai normal. Kegiatan perkantoran sudah dibuka kembali meskipun masih terbatas.

“Volume kendaraan beberapa titik memang terjadi kepadatan arus lalu lintas. Karena memang kan aktivitas masyarakat sudah mulai ada yang diperbolehkan kembali,” kata Fahri saat dihubungi, Sabtu (28/11).

Kendati demikian, Fahri tidak merinci seberapa besar kenaikan volume lalu lintas selama ganjil genap ditiadakan. Upaya-upaya pencegahan kemacetan terus dilakukan untuk mengurai kenaikan jumlah kendaraan tersebut.

“Meski tidak (ganjil genap) diterapkan, kita melakukan upaya arus lalu lintas dengan pengalihan, penutupan arus lalu lintas dan sebagainya,” jelasnya.

Meskipun volume lalu lintas mengalami kenaikan, Ditlantas Polda Metro Jaya belum berencana menerapkan kembali ganjil genap. Pertimbangannya untuk mencegah penularan Covid-19 khususnya di angkutan umum.

Mengingat ketika ganjil genap diterapkan, jumlah pengguna angkutan umum relatif akan naik. “Biasanya terjadi penambahan antara 6 sampai 11 persen. Khawatir akan terjadi penumpukan, makanya kita tidak menerapkan gage dulu,” imbuh Fahri.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi selama 14 hari, terhitung mulai 23 November sampai dengan 6 Desember 2020. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Perpanjangan PSBB Masa Transisi ini berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1100 Tahun 2020, yang menegaskan apabila tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan, PSBB Masa Transisi akan diperpanjang secara otomatis selama dua pekan.

“Seperti diketahui bersama, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake policy apabila terjadi kenaikan kasus secara signifikan atau tingkat penularan yang mengkhawatirkan sehingga membahayakan pelayanan sistem kesehatan,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam keterangannya, Minggu (22/11).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com