FOKUS

Ingin Dianggap Jagoan, Geng Motor Pembacok Polisi Kerap Unggah Video Kekerasan di Medsos

JAKARTA (tandaseru.id) – Geng motor bernama Enjoi MBR asal Muara Baru, Jakarta Utara yang membacok anggota polisi bernama Aiptu Dwi Handoko ternyata kerap mencari musuh dan mengunggah video aksi kekerasannya di media sosial dengan motif ingin dianggap jagoan.

“Intinya mereka melukai, jadi ada kebanggaan lah. Nah setelah itu video dikirim di situ (media sosial). Kejadian yang mencekam itu mereka senang upload di situ. Jadi dia makin bangga kalau video kekerasan diposting di situ. Mereka (merasa) jagoan lah gitu,” kata Iver Son kepada wartawan, Kamis (5/3).

Menurut Iver Son, geng motor Enjoi MBR kerap menggugah dan menantang lawannya melalui media sosial Instagram miliknya. Namun, belakangan Instagram mereka dengan pengikut berkisar 2.244 itu telah berganti nama menjadi ‘Di Balik Layar 86’ untuk menghindari pemantauan aparat kepolisian.

“Itu isinya video pernyataan ajakan aksi (tawuran), ngajak perang berantem. Terus kirim video-video sajam (senjata tajam), ngirim-ngirim situasi yang mencekam ‘ini kami sudah siap’ nah seperti itu,” bebernya.

Aiptu Dwi sebelumnya menjadi korban pembacokan geng motor. Peristiwa itu terjadi di sekitar Jalan Tambak Raya, Menteng ,Jakarta Pusat, pada Minggu (28/2) subuh saat korban tengah berpatroli di sekitar lokasi rawan tawuran.

Awalnya, Aiptu Dwi tengah melaksanakan patroli bersama lima anggota Polsek Metro Menteng lainnya. Mereka berkeliling di sekitar lokasi rawan tawuran di Jalan Pegangsaan hingga Tambak Raya, Menteng Jakarta Pusat.

“Patroli rutin setiap malam Minggu untuk antisipasi tawuran. Jadi kita sekat yang daerah-daerah yang masuk ke wilayah Menteng. Mereka mutar-mutar di daerah rawan tawuran,” tutur Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng Kompol Gozali Lahulima saat dikonfirmasi, Rabu (3/3).

Saat mereka melakukan patroli, terlihat komplotan geng motor yang diperkirakan berjumlah 30 orang. Mereka berkerumun seraya membawa sejumlah senjata tajam.

“Ada geng motor dari Jakarta Utara sekitar 30an orang mengendarai sepeda motor sambil membawa celurit,” ujar Gozali.

Aiptu Dwi dan lima anggota Polsek Metro Menteng selanjutnya melakukan pengejaran terhadap komplotan geng motor tersebut. Kemudian dia menabrakkan kendaraannya ke salah satu anggota geng motor yang membawa senjata tajam hingga akhirnya dia mengalami luka bacok.

“Kena jarinya, badannya beset-beset. Kami bawa untuk mendapatkan perawatan medis,” katanya.

Kekinian, Unit Reskrim Polsek Metro Menteng telah menangkap pelaku pembacok Aiptu Dwi berinisial R (22). Dia ditangkap di Muara Baru, Jakarta Utara.

“Dia (R) yang melukai. Kita konfonrtir sama anggota bahwa dia orangnya melukai anggota,” pungkas Gozali.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com