FOKUS

Ini Alasan Pemerintah Menurunkan Tarif Listrik Pelanggan Nonsubsidi Tegangan Rendah

JAKARTA (tandaseru) – Berdasarkan perubahan empat parameter, Kementerian ESDM menyebutkan tarif tenaga listrik untuk pelanggan nonsubsidi tegangan rendah akan dilakukan penyesuaian (diturunkan),

Kementerian ESDM menyebutkan terdapat perubahan parameter ekonomi makro rata-rata per tiga bulan, dengan realisasi kurs sebesar Rp 14.561,52 per US$, Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 34,33 US$ per barrel, tingkat inflasi sebesar 0,05%, dan Harga Patokan Batubara sebesar Rp666,72/kg.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM  Agung Pribadi mengatakan untuk pelanggan nonsubsidi tegangan menengah dan tegangan tinggi tetap mengacu tarif periode sebelumnya Juli-September 2020.

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan melihat kondisi saat ini dan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi, serta tetap mendukung daya saing pelanggan bisnis dan industri.

“Penurunan tarif tenaga listrik untuk pelanggan nonsubsidi tegangan rendah ini diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi nasional di masa pandemi ini,” Agung melanjutkan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait