FOKUS

Ini Hasil Rakor Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Jabar

BANDUNG (tandaseru.id) – Kapolda Jabar bersama Gubernur dan Pangdam III Siliwangi Kamis (8/4) di Aula Dit Lantas Polda Jabar, menggelar Rakor Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar.

Kegiatan rapat tersebut dilaksanakan dalam rangka pembahasan koordinasi teknis tentang penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah Provinsi Jawa Barat.

Hadir dalam Rakor tersebut Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri, dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kajati Jabar Ade Adhyaksa, Sekda Prov. Jabar Daud Ahmad, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Eddy Sumitro, Kabinda Jabar Brigjen TNI Dedi Agus P, Para PJU Polda Jabar, Para PJU Kodam III SLW serta diikuti (secara virtual) oleh Kapolres/Ta/Tabes.

Gubernur Jabar menyampaikan berita baik minggu ini kita tidak ada zona merah lagi, keterisian Rumah Sakit makin turun, tinggal 46%,” ucapnya.

Dia menjelaskan pada prinsipnya Covid-19 masih berhubungan dengan kerumunan, dimana ada kerumunan disitu ada potensi, sehingga sesuai dengan arahan, Beribadah Ramadhan di Masjid diizinkan, tetapi DKM harus konsisten disiplin menjaga kapasitas hanya 50%, artinya sebagian dirumah saja untuk mengurangi kepadatan. Termasuk sahur dan buka puasa diupayakan untuk tetap dirumah.

“Berkaitan dengan mudik, simulasi – simulasi sudah kita lakukan titik titik penyekatan, teknologi untuk melakukan pengetesan Covid-19 juga sudah disiapkan, berbeda dengan tahun lalu cuma punya Rapid Test anti body, sekarang kita sudah punya Rapid Test Antigen, Genose, sehingga dengan harga terjangkau pengetesan bisa lebih massal.” tutur Ridwan Kamil.

Dia juga menjelaskan titik – titik pariwisata juga tetap dibatasi, tidak menjadi pelarian orang tidak mudik tapi berwisata, jadi kuncinya selama Covid-19 ini, bukan soal boleh atau tidak boleh, tapi pada kapasitas keterbatasan.

Untuk ASN, jika ada kegiatan yang betul – betul tidak terhindarkan, harus ada ijin tertulis dari atasan dan kepada mereka yang terlanjur datang ke kampung karena tidak terdeteksi, harus dikarantina selama 5 hari.

“Untuk itu sudah dititipkan kepada Kepala Desa, Kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP untuk memastikan persiapan mengkarantina mereka – mereka yang sudah lolos dari prosedur yang telah dipersiapkan” ucap Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menginformasikan bahwa selama dua bulan Kementerian BUMN akan menyelenggarakan vaksinasi massal di Eldorado, “Ini harus didukung karena targetnya sangat luar biasa, lima ribu itu bukan empat atau lima hari, tapi sehari, mudah – mudahan targetnya tercapai,” tuturnya.

Ridwan Kamil berharap bukan BUMN saja, tetapi para pengusaha – pengusaha swasta diharapkan bergabung seperti sinergi BUMN untuk menjadi penyelenggara sentra vaksinasi massal, agar ketercapaiannya tercapai dan pemulihannya lebih cepat.

“Makin cepat vaksinasi, tentu ekonomi makin cepat pulih” ujar Ridwan Kamil.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com