FOKUS

Ini Paket Seks ‘Halal’ di Kawasan Puncak Bogor untuk Satu Minggu

JAKARTA (tandaseru) – Bareskrim Polri membongkar praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus wisata seks ‘halal’ di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdi Sambo mengatakan modus yang dilakukan yakni melalui booking out, kawin kontrak dan short time.

“‎Jadi para korban dipertemukan dengan pengguna yang merupakan WN Arab yang ingin melakukan kawin kontrak atau booking out short time di vila daerah Puncak dan apartemen di kawasan Jakarta Selatan,” ungkapnya, Jumat (14/2).

Tersangka NN dan OK merupakan muncikari atau penyedia perempuan‎. Tersangka HS penyedia WN Arab. Korban dibawa oleh NN dan OK ke HS menuju vila menggunakan mobil yang dikendarai oleh DO.

Untuk paket kawin mucikari mematok harga Rp7-10 juta dengan jangka waktu pemakaian satu minggu. Sedangkan booking out dibanderol Rp 500.000 berdurasi 2-3 jam.

“Itu kan dari 2015. Siapa yang bersedia untuk kawin kontrak siapa yang bersedia short time gitu. Jadi sudah ada mereka ada 10-20 anak asuhlah istilahnya,” tandasnya.

Menurutnya, perempuan penyedia jasa prostitusi kebanyakan berasal dari Jawa Barat. Setiap keuntungan yang diperoleh, 40 persen untuk muncikari sedangkan 60 persen untuk perempuannya.“Merekrut dari kampungnya. Sudah ada orang-orangnya dari dulu,” ucapnya.

Dari kelima tersangka, Polisi menyita barang bukti berupa enam ponsel, uang tunai Rp900.000, print out pemesanan villa dan apartemen, invoice, paspor bersama dua buah boarding pass.

Atas perbuatannya kelima tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan ayat 2 UU No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang‎ (TPPO) dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait