FOKUS

Ini Peran Tiga Tersangka Penipu Pembelian Ventilator Covid-19 yang Raup Keuntungan Rp58 Miliar

JAKARTA (tandaseru) – Bareskrim Polri menangkap tiga orang terkait kasus penipuan terhadap perusahaan alat kesehatan dari Italia yang memiliki kontrak jual beli terhadap perusahaaan China dengan membeli ventilator Covid-19. Lalu bagaimana peran ketiga orang itu?

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit mengatakan saat ini ada satu WNA yang masih diburu. Ketiga tersangka itu ditangkap di tiga tempat yang berbeda dan memiliki perannya masing-masing.

“Adapun tersangka diamankan inisial SB. Perannya mengaku Dirut, membuat perusahaan fiktif, membuka rekening penampung dan mentransfer uang dari rekening penampung ke rekening lainnya,” kata Listyo dalam konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (7/9).

Tersangka kedua yakni berinisial R alias Jamaluddin. Perannya membuat rekening dan mengaku komisaris dari PT di Cina.

“Saudara TP perannya membantu membuat surat dan membuat surat kelengkapan administrasi palsu,” ungkap Listyo.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri berhasil menangkap tiga tersangka dalam kasus penipuan pembelian alat kesehatan dari sebuah perusahaan Itali ke perusahaan di Cina. Kasus itu sejatinya merupakan kasus di luar negeri namun para tersangka merupakan WNI dan beraksi di tanah air.

Modus operandi kawanan ini, mereka berpura-pura mengatasnamakan PT Cina untuk mengalihkan pembayaran alkes dari PT di Itali ke rekening tampungan mereka di Indonesia. Total ada Polri mengamankan uang tunai senilai Rp56 miliar lebih dan aset berupa mobil, tanah dan bangunan senilai sekitar Rp2 miliar.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP, 263 KUHP, Pasal 85 UU nomor 3 tahun 2011, Pasal 45A ayat 1 junto Pasal 28 ayat 1 tentang ITE junto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP, Pasal 3, 4, 5, 6 Pasal 10 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU. Tersangka terancam hukuman di 5 tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait