FOKUS

Ini Perluasan Pemberian Keringanan Tagihan Listrik untuk 1,26 Juta Pelanggan

JAKARTA (tandaseru) – Pemerintah memperluas pemberian keringanan tagihan listrik bagi 1,26 juta pelanggan Sosial, Bisnis, Industri, dan Layanan Khusus selama Juli 2020 hingga Desember 2020 .

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menyebutkan pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum bagi pelanggan PT PLN (Persero) yang pemakaian energi listrik di bawah ketentuan rekening minimum (40 jam nyala), diberlakukan bagi:

a. Pelanggan Golongan Sosial daya 1.300 VA ke atas

b. Pelanggan Golongan Bisnis daya 1.300 VA ke atas

c. Pelanggan Golongan Industri daya 1.300 VA ke atas

Dengan stimulus ini, pelanggan hanya membayar sesuai penggunaan energi listriknya.

Sementara itu, pembebasan biaya beban atau abonemen, diberlakukan bagi:

a. Pelanggan Golongan Sosial daya 220 VA, 450 VA dan 900 VA

b. Pelanggan Golongan Bisnis daya 900 VA

c. Pelanggan Golongan Industri daya 900 VA

“Dengan program stimulus ini agar mereka tidak lebih collapse, karena mungkin aktivitas kegiatannya turun, maka sekali lagi negara hadir untuk membantu mereka membebaskan ketentuan rekening minimum dan biaya beban ini untuk dibebaskan sementara dan langsung ini diberikan selama 6 bulan, terhitung bulan Juli-Desember,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana, Selasa (11/8).

“Kita berharap teman-teman yang berusaha di industri ini tidak kemudian melakukan PHK, tetapi juga membuka lagi usahanya, untuk kemudian sedikit banyak ikut memutar roda perekonomian nasional,” ujarnya.

Adapun besaran tambahan untuk subsidi keringanan tagihan listrik bagi pelanggan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus diperkirakan mencapai Rp3,07 triliun.

Rida menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah menjadi garda terdepan dalam usaha meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19. Rida berjanji untuk menjaga cash flow PLN agar tetap sehat.

“Terima kasih kepada PLN, yang menjadi garda terdepan dalam menjalankan program-program stimulus ini. Ini tentu saja akan sedikit banyak mempengaruhi cash flow PLN, dan kita sepakat, dengan Kementerian BUMN juga, untuk tetap menjaga cash flow PLN tetap sehat. PLN dijamin tidak rugi karena selisihnya ditanggung oleh negara,” kata Rida.

Rida kembali menegaskan, stimulus keringanan tagihan listrik ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk masyarakat yang paling terdampak agar bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com