FOKUS

Irjen Napoleon Bonaparte Sempat Tersulut Emosinya saat Rekontruksi Kasus Suap untuk Pencabutan Red Noticd Djoko Tjandra

JAKARTA (tandaseru) – Saat penyidik Bareskrim Polri menggelar rekontruksi kasus suap untuk pencabutan red notice Djoko Tjandra, salah satu tersangka yakni eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte sempat tersulut emosinya.

“Yang pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada penyidik Bareskrim, khususnya tipikor Bareskrim, yang sudah hari ini melakukan gelar perkara, melaksanakan rekonstruksi, ya. Dengan lancar meskipun ada sedikit emosi tadi, ya. Agak meluap sedikit (Irjen Napoleon), tapi semua bisa terkendali dengan baik,” kata kuasa hukum Napoleon, Putri Maya Rumanti di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (27/8).

Namun Putri tidak menjelaskan secara rinci mengapa Napoleon bisa tersulut emosinya. Napoleon, yang juga hadir saat konferensi pers, tak berkomentar terkait rekonstruksi yang dilaksanakan tadi.

Disamping itu, Putri menegaskan jika kliennya tidak terlibat dalam pencabutan red notice Djoko Tjandra. Selain itu, menurutnya dalam rekontruksi juga terbantahkan jika kliennya menerima suap dari pengusaha Tommy Sumardi.

“Kedua, sesuai rekonstruksi tadi yang dilaksanakan berdasarkan CCTV di lantai satu gedung TNCC lobi utama, semuanya (red notice) tidak ada kaitannya dengan Bapak Jenderal Napoleon Bonaparte. Itu yang harus saya tegaskan di sini. Kemudian beberapa keterangan hari ini dalam rekon (rekonstruksi) telah terbantahkan karena Jenderal Napoleon tidak pernah ada tepat waktu di saat kejadian itu,” ucap Putri.

Diketahui, Penyidik Bareskrim Polri menggelar rekontruksi kasus dugaan suap untuk mencabut red notice terpidana kasus korupsi Djoko Tjandra di dua lokasi yakni di kantor Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) dan lobi gedung TNCC Polri pada Kamis (27/8).

“Pada pagi ini sampai sore pukul 16.00 WIB penyidik dilaksanakan rekonstruksi terkait kasus red notice JST (Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra),” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (27/8).

Rekonstruksi oleh Bareskrim Polri berlangsung selama 7 jam. Awi menuturkan ada tiga tersangka yakni eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte, eks Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prastijo Utomo, pengusaha Tommy Sumardi dan lima saksi yang diikutsertakan dalam proses rekonstruksi.

“Kemudian yang hadir ada tiga tersangka, kecuali JST, dan lima saksi,” sambung Awi.

Dalam kasus dugaan gratifikasi pencabutan red notice Djoko Tjandra, Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka. Dua tersangka diduga berperan sebagai penyuap dan 2 tersangka lainnya penerima suap.

Dua penyuap yang dimaksud adalah Djoko Tjandra serta pengusaha Tommy Sumardi. Sedangkan dua penerima suap adalah mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait