FOKUS

Irjen Napoleon Sebut Dirinya Korban Kriminalisasi Kasus Suap, Ini kata Mabes Polri

JAKARTA (tandaseru.id) – Terdakwa kasus penerima suap dari Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte mengklaim dirinya sebagai korban kriminalisasi dan malpraktik penegakkan hukum dalam kasus ini.

Terkait itu, Mabes Polri menilai pernyataan Napoleon hanyalah bentuk pendapat pribadi. Pendapat pribadi itu sah saja diutarakan, namun perlu dibuktikan secara hukum.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan pun mempersilakan Napoleon selaku terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra itu menempuh jalur hukum jika tak puas dengan proses hukum yang tengah berlangsung.

“Setiap orang itu tentunya memiliki hak untuk berbicara mengeluarkan pendapat. Jadi silakan saja, siapapun yang ditegakkan secara hukum ada proses hukumnya,” kata Ramadhan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung RI menuntut Napoleon dengan hukuman tiga tahun penjara. Terdakwa penerima suap itu juga dituntut membayar denda sebesar Rp100 juta, subsider enam bulan kurungan penjara.

Dalam nota pembelaan atau pledoi, Napoleon kemudian mengklaim dirinya sebagai korban kriminalisasi melalui media sosial. Sekaligus menurutnya sebagai korban malapraktik penegak hukum.

“Kami telah menjadi korban dari kriminalisasi melalui media sosial yang memicu malpraktik dalam penegakan hukum,” kata Napoleon saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (22/2).

Eks Kadiv Hubinter Polri itu lantas menjelaskan maksud kriminalisasi dan malpraktik itu ialah terkait proses penegakan hukum terhadap dirinya yang dinilainya tak mendasar. Sehingga dirinya merasa hanyalah korban malapraktik penegak hukum demi mempertahankan muruah institusinya masing-masing.

“Masifnya pergunjingan publik akibat sinisme terhadap kekuasaan, yang telah menggeneralisir setiap simbolnya sebagai pelampiasan hasrat gibah. Sehingga, memicu malpraktik penegakan hukum atas nama mempertahankan keluhuran marwah institusi,” katanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com