FOKUS

Israel Mohon Izin Buka Kedubes di Bahrain

TEL AVIV (Tandaseru) – Pemerintah Israel dikabarkan resmi meminta membuka kedutaan besar di Bahrain. Kedua negara telah menandatangani perjanjian damai dan normalisasi diplomatik.

Menurut laporan yang dipublikasikan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth pada Senin (19/10), Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi telah menulis surat resmi untuk membuka kedutaan di Manama. Surat tersebut dititipkan kepada delegasi Israel yang berkunjung ke Bahrain pada Ahad (18/10).

Delegasi tersebut dipimpin Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat. Surat dari Ashkenazi dialporkan telah diserahkan kepada Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani. Ben-Shabbat dan Al-Zayani telah menandatangani dokumen perjanjian damai.

Dalam perjanjian tersebut, kedua negara berjanji untuk tidak mengambil tindakan permusuhan satu sama lain. Selain itu mereka berkomitmen melawan tindakan permusuhan oleh negara pihak ketiga.

Al-Zayani mengaku optimistis perdamaian dengan Israel akan membawa stabilitas dan serta kemakmuran di kawasan.

“Hari ini, kami meletakkan fondasi di mana kami dapat mencapai tujuan ini, membangun kerangka kerja praktis untuk memajukan baik kerja sama bilateral kami dan kemitraan berkelanjutan kami yang dinikmati negara-negara kami dengan Amerika Serikat,” katanya.

AS selaku mediator yang menjembatani proses normalisasi diplomatik Israel dengan Bahrain turut mengirim delegasi ke Manama pada Ahad lalu. Mereka dipimpin Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin.

Al-Zayani mengapresiasi kehadiran delegasi Israel dan AS di Manama. “Harapan saya adalah bahwa kunjungan ini menandai langkah maju lainnya dalam perjalanan menuju Timur Tengah yang benar-benar damai, aman, stabil, dan berkembang, di mana semua negara, ras dan kepercayaan menyelesaikan perbedaan melalui dialog serta mengembangkan untuk anak-anak kita sebuah realitas baru dari hidup berdampingan dan kemakmuran,” ucapnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait