FOKUS

ITTS Kembali Berikan Bantuan 3 Alat Untuk Risma

SURABAYA (tandaseru) – Pemerintah Kota Surabaya kembali menerima bantuan alat dari Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) yang dikhususkan untuk tenaga medis di Kota Surabaya.

Bantuan tersebut berupa tiga alat teknologi yang berbeda dan akan ditempatkan di RSUD Soewandi. Ketiga alat itu adalah robot service isolation room, swab chamber, dan bilik sterilisasi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat menerima bantuan alat tersebut mengatakan, ia tidak ingin tenaga medis yang berjuang terpapar corona. Sehingga pihaknya bekerja sama dengan ITTS dalam pengembangan menangani Covid-19, Kamis (9/4).

“ITTS membantu kami bagaimana membuat dengan teknologi sesuai dengan bidang untuk membantu meringankan beban para medis.” ujar di depan Balai Kota.

Sebelumnya ITTS membuat bilik sterilisasi untuk digunakan masyarakat di tempat umum, dan yang ini akan diperuntukkan tenaga medis di rumah sakit. Sebab, paramedis yang sudah dilengkapi APD masih ada yang terjangkit bahkan meninggal dunia.

Karena hal tersebut ITTS membantu mengurangi risiko tersebut dengan membuat tiga alat yang berupa robot service isolation room, swab chamber dan bilik sterilisasi.

“Dengan adanya alat ini, harapannya dapat membantu petugas mengurangi risiko penularan untuk tim medis,” ujar Risma.

Untuk saat ini alat-alat itu akan ditaruh di RSUD Soewandi dulu. Kedepannya jika rumah sakit lainnya juga membutuhkan, juga akan dibuatkan.

“Sementara karena memang baru. Kalau sudah bagus nanti ada penyempurnaan. Karena kita minta bantuan dan ITTS membuatkan. Termasuk mahasiswa, terima kasih Tuhan yang balas. Ini tugas kemanusiaan karena itu saya terima kasih pak rektor dan seluruh jajaran.” jelas Risma.

Sementara itu Rektor ITTS Tri Arif Sarjono mengatakan pihaknya telah menyerahkan tiga alat untuk paramedis di rumah sakit. Untuk robot service isolation room ini fungsinya sebagai tempat makan atau pakaian ganti yang dilengkapi dengan air cooler.

“Robot service kita lengkapi dengan air cooler, bisa panas bisa dingin. Tapi ini bisa dikembangkan yang lain, seperti untuk baju kotor pasien. Robot ini diharapkan bisa mengurangi kegiatan dokter yang berinteraksi langsung dengan pasien,” ujarnya.

Swab chamber berguna untuk memisahkan antara pasien dengan tenaga medis. Sehingga menghindari kontak langsung antara paramedis dengan pasien, karena terpisah dengan kaca.

“Yang diswab dengan paramedis dipisahkan sarung tangan panjang. Sehingga tenaga medis tidak mudah terpapar oleh pasien.” jelasnya.

Sedangkan alat ketiga yakni bilik sterilisasi diperuntukkan untuk dokter dan perawat yang memakai alat pelindung diri (APD). Sebelum melepas APD, terlebih dulu disterilkan kemudian dilepas.

“Sangat ketat prosedurnya, jadi cuci tangan, terus lepas face shieldnya dulu terus cuci tangan lagi. Terus saya memikirkan kenapa kok masih terpapar? Nah, sempat tersirat ini masih ada virus yang barangkali nempel di APD-nya dan gak sengaja memapar ke teman-teman. Sehingga mestinya APD sebelum dilepas harus disterilkan dulu.” ujarnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait