FOKUS

Jadi Tersangka kasus Djoko Tjandra, Anita Kolopaking Akan Diperiksa Besok

JAKARTA (tandaseru) – Pengacara buronan kasus korupsi, Djoko Tjandra yakni Anita Kolopaking telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran membantu upaya pelarian Djoko di Indonesia. Besok, Jumat (31/7) akan dilakukan pemeriksaan perdana di Bareskrim Polri.

“(Anita) rencana akan dipanggil besok oleh penyidik,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7).

Mengenai masalah penahanan terhadap Anita, Argo menyebut hal itu merupakan wewenang dari penyidik. Besok penyidik akan menetukan apakah Anita layak untuk ditahan atau tidak.

“Masalah penahanan wewenang penyidik melaksanakan, apakah itu akan ditahan atau tidak,” beber Argo.

Seperti diketahui, kasus ini berawal dari surat jalan dan surat sehat yang dikeluarkan oleh Polri kepada buronan kelas kakap, Djoko Tjandra. Surat sakti tersebut dikeluarkan oleh eks Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetijo Utomo.

Kasus ini pun juga menyeret pengacara dari Djoko Tjandra yakni Anita Kolopaking. Anita sebelumnya juga sempat dilarang untuk keluar negeri oleh Bareskrim Polri.

Untuk diketahui, Joko merupakan terdakwa kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung. Pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000, Kejaksaan pernah menahan Joko. Namun hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatan itu bukan perbuatan pidana melainkan perdata.

Pada Oktober 2008, Kejaksaan mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap kasus Joko ke Mahkamah Agung. Pada 11 Juni 2009, Majelis Peninjauan Kembali MA menerima PK yang diajukan jaksa. Majelis hakim memvonis Joko 2 tahun penjara dan harus membayar Rp 15 juta. Uang milik Joko di Bank Bali sebesar Rp 546,166 miliar dirampas untuk negara. Imigrasi juga mencekal Joko.,

Dalam hal ini Djoko Tjandra berhasil mengobok-obok Polri untuk membantu pelariannya yang mengakibatkan tiga Jenderal Polisi dicopot oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham. Azis dari jabatannya.

Tiga Jenderal tersebut adalah Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Brigjen Pol Nugroho dan Brigjen Pol Prastijo Utomo terkait penerbitan surat jalan, surat bebas Covid-19, dan soal tercabutnya red notice terhadap Djoko Tjandra yang dikeluarkan Polri. Dalam hal ini, Brigjen Prastijo sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain dari Polri, Djoko Tjandra juga membuat Lurah Grogol Selatan, Asep Subahan setelah geger kasus pencetakan e-KTP kilat buron Djoko Tjandra. Kasus ini berawal saat Djoko Tjandra diketahui datang ke Kelurahan Grogol Selatan untuk membuat e-KTP pada 8 Juni 2020.

Asep mengaku awalnya tidak tahu bila Djoko Tjandra merupakan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali. Pembuatan e-KTP Djoko Tjandra selesai dalam waktu 1 jam 19 menit.

Selain itu, Kejagung mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap jaksa Pinangki terkait dugaan pertemuan dengan Djoko Tjandra. Kejagung memutuskan untuk membebastugaskan Pinangki dari jabatannya.

“Wakil Jaksa Agung telah memutuskan, sesuai keputusan Wakil Jaksa Agung Nomor Kep/4/041/B/WJA/07/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang penjatuhan hukuman disiplin tingkat berat berupa pembebasan dari jabatan struktural. Artinya dinon-job-kan kepada terlapor (jaksa Pinangki),” kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).

Kasus ini pun juga menyeret pengacara dari Djoko Tjandra yakni Anita Kolopaking. Anita sebelumnya juga sempat dilarang untuk keluar negeri oleh Bareskrim Polri.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait