FOKUS

Jalankan Physical Distancing, Kominfo Lacak Kerumunan Massa Lewat HP

JAKARTA (tandaseru) – Dalam rangka physical distancing peredaran Covid-19, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bakal mengawasi kerumunan massa melalui data pergerakan ponsel.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berupaya menekan physical distancing atau diartikan sebagai jaga jarak aman dan disiplin melakukannya guna penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Jaga jarak ini bukan hanya berlaku di tempat umum, tetapi juga berlaku di seluruh rumah tangga di setiap keluarga. Karena diantara keluarga belum tentu semuanya itu negatif, belum tentu seluruh anggota keluarga itu aman dari Virus Korona ini,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menyampaikan hasil rapat dengan Jokowi.

Menkominfo, Johnny G Plate mengatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan SMS blasting kepada masyarakat yang ketahuan sedang berkumpul.

“Pemerintah juga akan memonitor berkumpulnya orang di masa darurat dalam rangka physical distancing melalui data pergerakan nomor ponsel berdasarkan data Based Transceiver Station (BTS),” kata Johnny saat konferensi pers secara online via Youtube di Gedung Kemenkominfo, Kamis (26/3).

Dengan demikian, saat massa berkumpul, mereka dapat menerapkan pembatasan diri dengan jarak paling dekat 1-2 meter, antara satu sama lainnya.

Guna mendukung keijakan terseut, Kemenkominfo meminta agar operator dapat menyediakan layanan telekomunikasi dan internet dengan kapasitas dan kualitas layanan yang baik selama masa darurat virus corona.

Menggunakan aplikasi TraceTogether

Masih dikesempatan yang sama, Menkominfo Johnny juga mengumumkan pemerintah memutuskan menggunakan aplikasi TraceTogether untuk memantau penyebaran Covid-19.

Nantinya, pemerintah akan mengetahui hasil tracing dari si pasien Covid-19, termasuk melakukan tracking, fencing (pematasan ruang gerak), dan warning (peringatan) kepada yang bersangkutan jika melewati lokasi isolasi.

“Upaya terpadu survelans Covid-19 menggunakan aplikasi TraceTogether yang dikembangkan operator telekomunikasi dan akan terpasang pada smartphone milik pasien Covid-19 untuk memberikan penanganan darurat apabila diperlukan,” ujar Menkominfo, Johnny, Kamis (26/3).

Untuk menggunakan aplikasi TraceTogether ini, para pasien positif Covid-19 diminta memberikan nomor teleponnya secara sukarela untuk dilakukan tracing dan tracking riwayat 14 hari terakhir.

“Para pasien yang positif Covid-19 akan memberikan nomor teleponnya. Berdasarkan nomor telepon itu, Kemenkes yang akan melakukan tracing dan penelitian dan interaksi secara langsung dengan pasien,” kata Johnny.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait