FOKUS

Janggal dengan Tuntutan di Kasus yang Sama, Korban Dugaan Penganiayaan WNA akan Mengadu ke Komjak

JAKARTA (tandaseru.id) – Terdakwa kasus dugaan penganiayaan oleh warga negara asing (WNA), Wenhai Guan yakni Andy Cahyadi akan mengadu ke Komisi Kejaksaan (Komjak) terkait usai tuntutan satu penjara oleh JPU dalam kasus yang sama.

“Besok (Kamis, 21 Oktober 2021) pukul 09.30 WIB, saya ke Komjak, mau tanya memang bisa saya dituntut kembali dalam kasus yang sama,” kata Andy saat dikonfirmasi, Rabu (20/10).

Dia merasa tuntutan itu tidak bisa dilakukan untuk kasus yang sama. Hal ini mengacu pada asas nebis in idem, yakni melarang terdakwa diadili lebih dari satu kali atas satu perbuatan, apabila sudah ada keputusan yang menghukum atau membebaskannya.

“Jadi, saya menilai terhadap perkara yang sama tidak dapat diadili untuk kedua kalinya,” ungkap Andy.

Selain itu, Andy mengaku juga akan meminta Komjak mendesak Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut) mengeksekusi terdakwa Wenhai Guan yang kini dikabarkan sakit oleh dua orang penjaminnya, Marna Ina dan Feng Qiu Ju.

“Saya tidak terima alasan jaksa hanya dari penjamin,saya mau dari pihak jaksa yang ke sana,kenapa percaya dari info penjamin, berati Kejaksaan Negeri Jakarta Utara tidak kerja,” ucap Andy.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jakut Muhammad Sofyan Iskandar mengaku akan mengeksekusi Wenhai Guan setelah kedua penjamin Marna Ina dan Feng Qiu Ju membawa kembali ke Indonesia. Kedua penjamin berjanji menyerahkan Wenhai setelah sembuh.

“Apabila dia (penjamin) ingkar nanti langkah-langkah (tangkap buron) akan kami sampaikan ke pimpinan,” kata Sofyan di kantornya, Jumat (15/10) lalu.

Diketahui, kasus ini bermula saat penganiayaan yang dilakukan WNA Wenhai Guan terhadap Andy Cahyady. Namun, Wenhai mengaku menjadi korban dan melaporkan Andy ke polisi hingga diputus bersalah. Andy telah menjalani hukuman pidana enam bulan penjara.

Andy melaporkan balik perbuatan penganiayaan yang dilakukan Wenhai. Wenhai kemudian diputus enam bulan penjara. Namun belum sempat menjalani hukuman. Warga asing itu kembali ke negara asal di Singapura.

Selang beberapa bulan, Wenhai kembali ke Tanah Air dan melaporkan Andy dalam perkara yang sama. Andy kemudian diproses hingga menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dalam perjalanan kasusnya, Andy menilai tuntutan 1 tahun penjara dari jaksa Dyofa Yudhistira tidak adil. Dia dan Wenhai saling melapor kasus penganiayaan. Wenhai telah diputus bersalah. Namun, tidak pernah menjalani hukuman. Warga asing itu kini berada di Singapura.

“Kurang keadilan, karena kasusnya sama. Satu, orangnya tahanan rutan (Andy). Sedangkan Wenhai tahanan kota sampai sekarang melarikan diri,” ujar Andy, Rabu (13/10).

Menurut Andy, Wenhai telah memalsukan data untuk menjeratnya. Dia menegaskan penganiayaan itu dilakukan Wenhai bukan dirinya. Lokasi penganiayaan terjadi di rumah Andy, Jalan Garden Marbie 5 Nomor 35, Pantai Indah Kapuk (PIK), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Dia menganggap penyelesaian kasus ini tidak profesional. Dia dituntut 12 bulan penjara setelah menolak surat dakwaan JPU beberapa waktu lalu.

Dia pun akan menyampaikan pleidoi atas tuntutan JPU. Sidang pleidoi akan digelar pada 26 Oktober 2021.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com