FOKUS

Jelang Idul Adha, Polda Metro Awasi Pergerakan Travel Gelap Pengangkut Pemudik saat PPKM Darurat

JAKARTA (tandaseru.id) – Polisi dengan instansi terkait kini tengah mengantisipasi adanya pergerakan mobilitas masyarakat saat masa PPKM Darurat jelang perayaan Hari Raya Idul Adha.

Salah satu upaya itu adalah dengan mengawasi dan memburu oknum travel gelap yang mengangkut pemudik saat perayaan tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Dalam beberapa hari ini kita akan melaksanakan operasi travel gelap,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Sambodo mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan untuk menumpangi moda transportasi resmi. Travel gelap itu bukan angkutan umum, melainkan mobil pribadi pelat hitam yang dilarang mengangkut penumpang.

“Jadi, teman-teman yang hendak melakukan perjalanan mengurungkan niatnya menggunakan travel gelap. Silakan mendatangi terminal resmi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Sambodo.

Pemerintah menetapkan tiga terminal khusus bagi masyarakat yang hendak ke luar kota. Yakni Terminal Pulogebang, Kalideres, dan Kampung Rambutan.

Penyediaan terminal khusus bagi penumpang bus antarkota itu untuk memudahkan pengecekan syarat dokumen perjalanan. Baik sopir, kenek maupun penumpang wajib memiliki surat swab antigen atau polymerace chain reaction (PCR) test yang menyatakan negatif covid-19 dan kartu vaksin.

Aturan itu untuk mencegah penyebaran covid-19 dari pelaku perjalanan. Ketentuan ini diberlakukan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Diketahui, polisi menjaring 36 bus antarkota melanggar PPKM darurat dalam tiga hari terakhir. Ke-36 bus itu membawa penumpang di luar terminal yang telah ditetapkan pemerintah.

Puluhan bus antarkota itu disita Polda Metro Jaya. Bus baru dikembalikan ke perusahaan otobus (PO) setelah sidang tilang. Sambodo menilai penyitaan puluhan bus itu bisa dimanfaatkan travel gelap.

“Maka, kita lakukan operasi travel gelap, karena setelah ini kita amankan bisa saja para penumpang beralih menaiki travel gelap,” ungkap Sambodo.

Pemerintah tidak melarang masyarakat mudik Hari Raya Iduladha. Namun, Korps Lalu Lintas Polri telah membuat 1.038 titik penyekatan yang tersebar di Lampung hingga Bali.

Sambodo mengatakan semua jalan tol menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur ditutup. Polisi yang menjaga titik penyekatan akan memeriksa setiap kendaraan yang melintas.

“Hanya kendaraan sektor esensial, kritikal dan mempunyai syarat-syarat perjalanan yang bisa melintasi titik penyekatan,” jelas Sambodo.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com