FOKUS

Jelang Pilkades Serentak, Kesbangpol Donggala Bentuk FKDM

Tandaseru – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Donggala menggelar workshop dan pembentukan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Donggala, Jumat (29/11).

Workshop dan pembentukan FKDM tersebut untuk meningkatkan peran deteksi dini dan cegah dini dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif dalam menyongsong Pilkades serentak di wilayah Kabupaten Donggala.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Donggala, Tafip, Pabung Kodim 1306 Donggala, Mayor Inf. Amrullah, Kasat Intelkam Res Donggala Iptu. Musa, Kapolsek Sirenja, Iptu. Pahotan Sitohang, Camat Sirenja, Hasran, Para Kades dan Sekdes se – Kecamatan Sirenja, serta tokoh masyarakat Sirenja.

Kapolres Donggala AKBP. Dadan Wahyudi yang diwakili Kasat Intelkam Iptu Musa mengatakan FKDM memiliki tugas berat dan profesional dalam mengantisipasi dan menunjang kewaspadaan dini di tengah masyarakat untuk membantu menjaga situasi yang aman dan kondusif.

“Keamanan dan ketertiban di wilayah Donggala itu bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi juga merupakan tanggung jawab masyarakat. karena masyarakat adalah sasaran utama ketika terjadi gangguan keamanan di wilayah,” ungkapnya.

Musa menegaskan terkait deteksi dini atau kewaspadaan dini terhadap ancaman dan kerawanan Kamtibmas, kualitas kesiapan dan kesiapsiagaan masyarakat untuk mampu mendeteksi. Antisipasi sejak dini dan melakukan aksi pencegahan terhadap berbagai bentuk sifat potensi ancaman.

“Baik masalah kamtibmas maupun ancaman terhadap NKRI. Maka dari itu kita harus mempunyai nilai-nilai kewaspadaan dini seperti. Cinta tanah air, sadar akan berbangsa dan bernegara, menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara dan rela berkorban demi bangsa dan negara.” terangnya.

Sehingga, kata Musa, tidak berdampak globalisasi dengan masuknya ideologi trans-nasional yang bisa menggangu ketentraman hidup masyarakat, demokratisasi, HAM dan liberalisme, bisa menyuburkan individualisme yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kebersamaan, kekeluargaan, kemapanan sosial budaya local, serta kejahatan trans nasional dan ancaman yang bisa melemahkan pertahanan nasional.

“Jadi ada sinergitas antara FKDM, pihak Polri, TNI untuk bermitra menjaga keamanan, karena tanggung jawab keamanan bukan hanya Polri saja. Namun membutuhkan peran aktif dari semua elemen masyarakat dalam memberikan informasi yang akurat tentang terjadinya sebuah tindak pidana atau ancaman gangguang kamtibmas,” harapnya.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait