FOKUS

Kabareskrim Polri Beberkan Alasan 6 Laskar FPI Ditetapkan Sebagai Tersangka Meski Telah Tewas: Untuk Pertanggungjawaban Hukum

JAKARTA (tandaseru.id) – Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto membeberkan alasan mengapa pihaknya menetapkan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka dalam kasus bentrokan dengan polisi di tol Jakarta-Cikampek KM50 meski sudah meninggal dunia.

Agus menilai penetapan status tersangka itu dilakukan untuk kepastian hukum. Dia menyebut semua kasus harus ada pertanggungjawaban hukumnya.

“Ya kan untuk pertanggungjawaban hukumnya kan harus ada,” kata Agus di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (4/3).

Agus mengatakan enam orang itu harus tetap mempertanggungjawabkan tindakannya semasa hidup. Hal itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Artinya bahwa proses terhadap perbuatan awal kejadian itu tetap kita proses,” ujar Agus.

Sebelumnya, 6 laskar FPI tewas dalam bentrok dengan kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada 7 Desember 2020. Mereka tewas dengan sejumlah luka tembak.

Komnas HAM turun tangan mengusut kasus itu. Mereka menyampaikan sejumlah temuan, salah satunya soal kepemilikan senjata api oleh anggota laskar FPI.

Komnas menyatakan bentrok tak akan terjadi jika laskar tak menunggu kedatangan polisi. Komnas juga menyatakan penembakan terhadap 4 dari 6 laskar FPI melanggar HAM.

“Sudah ditetapkan tersangka, Pasal 170 KUHP,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, (3/3).

Namun, Andi mengatakan penyematan status itu bakal dikaji lebih lanjut oleh jaksa penuntut umum (JPU). Pasalnya, enam tersangka itu telah meninggal dalam insiden pada 7 Desember 2020

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com