FOKUS

Kabur ke Sumut, Petugas Medis Cabul Jual Hp dan Non-Aktifkan Akun Medsos

JAKARTA (tandaseru) – EFY, Oknum petugas medis yang melakukan pelecehan dan pemerasan saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) melarikan diri usai aksinya viral di media sosial.

Dalam pelariannya ke Sumatera Utara (Sumut), tersangka menjual telepon genggamnya untuk menambah biaya ongkos perjalannya.

“Tersangka berniat melarikan diri dibuktikan dengan dijualnya dua hp untuk membiayai tersangka dan teman wanitanya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers di Polres Bandara Soetta, Tangerang, Senin (28/9).

Selain itu, tersangka juga menon-aktifkan semua akun media sosialnya selama masa pelariannya ke Sumatera Utara.

“Dia menon-aktifkan semua akun media sosialnya,” jelas Yusri.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari viralnya pengakuan wanita yang menjadi korban pelecehan saat menjalani rapid tes di Bandara Soekarno Hatta. Tak hanya dilecehkan, dia juga mengaku diperas oleh diduga oknum dokter disana.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian juga sudah jemput bola dengan mendatangi korban di Bali untuk melakukan pemeriksaan terkait kronologi kasus itu. Korban juga sudah resmi melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian.

Setelah melewati proses penyidikan yang panjang, akhirnya polisi menetapkan seorang petugas medis berinsial EFY sebagai tersangka. Pasca ditetapkan sebagai tersangka, EFY dikabarkan menghilang alias melarikan diri dan berhasil ditangkap di wilayah Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait