FOKUS

Kalapas Klas I Tangerang Bungkam saat Akan Diperiksa Polisi soal Kasus Kebakaran

JAKARTA (tandaseru.id) – Kepala Lapas (Kalapas) Klas I Tangerang, Victor Teguh Prihartono memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus kebakaran yang menewaskan 48 narapidana.

Dari pantauan Tandaseru.id, Victor yang menggunakan kemeja kotak-kotak itu datang ke gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.42 WIB.

Victor dengan masker warna putihnya itu memilih bungkam saat ditanya oleh sejumlah awak media yang sudah menunggu. Dia tak menjawab soal persiapan apa untuk menjalani pemeriksaan tersebut.

Selain Victor, polisi juga sudah memeriksa 25 saksi lain yang terdiri dari penjaga Lapas yang bertugas saat kebakaran, petugas PLN, hingga pemadam kebakaran.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan Kepala Lapas Klas I Tangerang, Viktor Teguh Prihartono pada Selasa (14/9). Dia diperiksa soal kebakaran Lapas beberapa waktu laku.

“Kami rencanakan kami sudah kirim surat Kalapas itu rencana besok (hari ini) jam 10 pagi kami lakukan pemeriksaan terhadap Kalapas Kelas I Tangerang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (14/9).

Diketahui, Lembaga Permasyrakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Banten ludes dilalap si jago merah pada Rabu (8/9) sekitar pukul 01.45 WIB. Dalam hal ini, sebanyak 48 orang penghuni tahanan tewas

Selain korban jiwa, ada juga puluhan penghuni Lapas yang mendapatkan luka-luka akibat kebakaran tersebut.

Dalam hal ini, polisi telah menaikan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan karena ditemukannya unsur pidana. Adapun pasal yang diterapkan adalah Pasal 187 KUHP, Pasal 188, dan Pasal 359 KUHP.

Dalam Pasal 187 KUHP itu sendiri dijelaskan; “Barangsiapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam (1). dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang; (2). dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain; (3). dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dan mengakibatkan orang mati.

Sedangkan Pasal 188 KUHP, berbunyi; Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati.

Kemudian, Pasal 359 KUHP disebutkan; Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com