FOKUS

Kamtibmas Kondusif Masyarakat Semakin Produktif

By: Brigjen Pol Prof Chryshanda Dwilaksana
Dirkamsel Korlantas Polri

JAMBI (tandaseru) – Pada masa pandemi Covid-19 situasi kehidupan sulit dalam jangka waktu yang tidak menentu. Kehidupan warga masyarakat di berbagai lini terdampak, produktivitas dari yang menurun sampai yang minuspun ada.

Tatkala produktivitas terhambat maka kehidupan semakin sulit. Berbagai sektor usaha menengah ke bawah tak sedikit yang harus gulung tikar terutama pada kawasan pariwisata maupun berbagai jasa yang manual.

Kondisi yang sulit ini akan berdampak pada munculnya berbagai potensi konflik. Isu-isu provokatif yang kontra produktif pun berhembus. Tatkala daya nalar tergerus dan emosi tak terkendali, design perusakan sosial akan lebih mudah dilakukan.

Apa yang menjadi isu di dalam masyarakat seolah diaspora yang muncul di mana-mana dan sarat dengan primordialisme.

Kekuatan pada komunitas dalam menjaga keteraturan sosial adalah mampu mengatasi provokasi dan menangkal hembusan kebencian yang dapat dibangun melalui solidaritas sosial. Untuk saling menjaga, mengawasi, menguatkan, berbagi dan berbela rasa, hidup dan kehidupan di masa new normal memerlukan spirit bangkit sebagai upaya pemulihan.

Hadirnya kekuatan-kekuatan sosial dalam kemitraan dan berbagai langkah solusi menjaga keteraturan sosial adalah menemukam apa yang menjadi solusi mengatasi pain point atau kesakitan/ kesulitan hidup masyarakat.

Solusi-solusi cerdas di era new normal selain membiasakan hidup dengan standar protokol kesehatan adalah juga hidup dalam berbagai cara yang dapat dijalankan secara virtual.

Keteraturan sosial atau kamtibmas pada era new normal dapat dibangun dalam komunitas maupun lalu lintas. Pada komunitas ini berbasis kepentingan untuk menghasilkan produksi.

Sementara itu, lalu lintas merupakan urat nadi pendukung aktivitas yang menghasilkan produksi. Suatu masyarakat dapat bertahan hidup, tumbuh dan berkembang bila ada produktivitas yang dihasilkan dari aktivitas yang mobilitasnya melalui lalu lintas.

Dengan demikian, keamanan dan rasa aman merupakan bagian penting yang dibangun pada komunitas. Keamanan dan rasa aman juga diciptakan oleh lalu lintas yang aman, selamat tertib dan lancar.

Pada proses produktivitas ada ancaman, hambatan dan gangguan yang menghambat bahkan mematikan produktivitas tersebut. Maka dari itu, peran dan fungsi polisi melalui pemolisiannya adalah bagaimana mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial di dalam komunitas maupun lintas.

Pewujudan dan pemeliharan keteratuan sosial bukan semata mata secara aktual namun juga virtual. Model community policing atau polmas dapat menjadi strategi dan filosofi pemolisian untuk dilakukan dengan proaktif dan problem solving.

Community Policing membangun kemitraan dan mengutamakan pencegahan serta upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan terjaminnya keteraturan sosial pada lalu lintas maupun komunitas. Selain itu, polisi dapat menjadi ikon cepat, dekat dan bersahabat dengan warga yang dilayani.

Pada era new norma yang merupakan masa digital/ era revolusi industri 4.0 model pemolisian juga berbasis pada IT atau elektronik yang dibangun dalam sistem-m-sistem sinergis yang saling terhubung (on line). Prinsip-prinsip sistem online adalah adanya back office yang dapat berfungsi sebagai operation room atau control room sebagai pusat k3i (komunikasi, koordinasi, komando pengendalian dan informasi).

Back office juga berfungsi sebagai call and comand centre dan dilengkapi sistem-sistem aplikasi yang berbasi artificial intellegent maupun network yang berbasis internet of things. Sistem-sistem tersebut dalam pemolisiannya dapat dikatakan sebagai Electronic Policing sebagai model pemolisian pada era digital.

Model penjagaan keteraturan sosial dalam komunitas maupun lalu lintas secara elektronik pada prinsipnya merupakan sistem-sistem back office aplication maupun network yang saling terhubung.…

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com