FOKUS

Kapolri Beberkan Perkembangan Penyelidikan Kasus Novel di Komisi III DPR

Tandaseru – Kapolri Jenderal Idham Azis mengungkapkan perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi III DPR, Rabu (20/11).

Idham menyampaikan, dalam kasus itu, kepolisian sudah bekerja keras dengan melakukan langkah-langkah yang dianggap dapat memberikan titik terang siapa pelaku teror tersebut.

“Polri sudah bekerja secara maksimal melaksanakan langkah-langkah penyidikan,” kata Idham.

Idham mengatakan, polisi telah berkoordinasi dengan pihak eksternal guna mengungkap teror penyiraman air keras kepada Novel. Salah satunya dengan KPK, Komnas HAM, Ombudsman, pakar-pakar profesional, hingga Kepolisian Australia.

“Kemudian pemeriksaan daftar tamu hotel, serta kontrakan dan kamar kos sekitar TKP, pemeriksaan terhadap 114 toko kimia yang berada di radius 1 km dari TKP,” ujarnya.

Idham menjelaskan, Polri sudah membuat rekonstruksi wajah pelaku dan disebar ke masyarakat. Setelah itu, sempat melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.

Namun, hasilnya, saksi tersebut tak terbukti terlibat. Lebih dari itu, berdasarkan rekomendasi Komnas HAM Polri sudah membentuk tim pakar dan tim pencari fakta yang terdiri dari tujuh orang akedemisi ihwal mencari titik terang siapa pelaku itu.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait