FOKUS

Kapolri Sebut Siap Bantu KPK untuk Buru dan Tangkap Tersangka Kasus Suap Harun Masiku

JAKARTA (tandaseru) – Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengatakan Polri akan membantu penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memburu tersangka kasus korupsi terkait suap Pergantian Antar Waktu (PAW) DPR RI, Harun Masiku.

Hal ini disampaikan setelah memimpin rapat pimpinan (rapim) di Audotorium PTIK/STIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (29/1). Saat ini surat permintaan KPK sudah diterima Polri.

“Kami sudah dapat suratnya dan itu akan kami bantu penuh KPK (buru Harun Masiku),” kata Idham di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (29/1).

Setelah menerima surat dan menerbitkan DPO, Idham menyebut telah menginstruksikan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit untuk mengerahkan kekuatannya mengejar tersangka yang sudah melarikan diri selama 21 hari itu.

“Ya kami juga sudah terima surat dari teman KPK saya sudah juga ke Kabareskrim untuk memberikan bantuan penyelidikan terhadap TSK HM (Harun Masiku),” ujar Idham.

Meskipun siap membantu penuh KPK, Idham belum bisa memberikan perkiraan waktu kapan Harun Masiku akan berhasil diciduk.

“Ya namanya juga masih dilidik ya kan,” tutur Idham.

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi Kemenkumham sebelumnya mencatat bahwa Harun Masiku sudah berada di luar negeri sejak Senin, 6 Januari 2020. Tetapi, ternyata informasi terbaru yang mengejutkan bahwa Harun sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari.

Harun Masiku merupakan caleg asal PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR oleh KPK. Ia lolos dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari 2020.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Ketiganya yakni, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE), Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait