FOKUS

Kasus Pencemaran Nama Baik, Ahok Berencana Cabut Laporan Polisi

JAKARTA (tandaseru) – Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok berencana akan mencabut laporan terkait kasus pencemaran nama baik. Saat ini, sudah ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka yang berinisial KS dan EJ.

“Laporan belum dicabut, tapi memang sudah ada rencana untuk mencabut laporan,” kata kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy saat dikonfirmasi, Jumat (25/9).

Menurut Ramzy, Ahok telah bertemu dengan kedua tersangka. Dalam pertemuan itu, kata Ramzy, kliennya pun telah memaafkan kedua tersangka pencemaran nama baik tersebut.

“Pak BTP dari awal sudah memaafkan pelaku,” ucap Ramzy.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan sampai saat ini pihaknya belum menerima surat pencabutan laporan.

Atas dasar itu, kata Yusri, pihaknya masih terus merampungkan berkas perkara kedua tersangka.

“Memang ada wacana perdamaian dari pihak pelapor, tapi kami belum terima sehingga berkas masih berjalan. Jadi tidak berandai kita,” ujarnya.

Pada 17 Mei lalu, Ahok melalui kuasa hukumnya melaporkan kasus pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya. Laporan itu teregister dengan nomor LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ.

Kepolisian melakukan penyelidikan dan menetapkan dua tersangka yakni KS dan EJ. Meski ditetapkan sebagai tersangka, keduanya tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terungkap bahwa kedua tersangka tersebut tergabung dalam komunitas Veronica Lover. Veronica merupakan mantan istri Ahok.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman penjara di bawah empat tahun.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait