FOKUS

Kasus Pencemaran Nama Baik, Pengacara Jack Boyd Lapian Jadi Tersangka

JAKARTA (tandaseru) – Bareskrim Polri menaikan status hukum Jack Boyd Lapian (JBL) dan Titi Sumawijaya Empel (TSE) dari saksi menjadi tersangka terkait kasus pencemaran nama baik terhadap pendiri Kaskus, Andre Darwis pada 2019 lalu.

Diketahui, kala itu, kedua tersangka dilaporkan balik ke Bareskrim Polri karena Titi melaporkan Andrew atas tuduhan pemalsuan. Laporan polisi itu kemudian teregister dalam LP/B/097/XI/2019/BareskrimPolri tertanggal 13 November 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menjelaskan bahwa penetapan tersangka itu berdasarkan atas proses gelar perkara yang dilakukan Subdit IV Dittipidum Bareskrim Polri pada 16 Juni 2020 lalu.

“Dengan pelapor saudara Andrew Dawris dan terlapor saudara JBL, dan saudari TSE. Dari hasil gear perkara tersebut, diputuskan bahwa JBL dan TSE statusnya dinaikan dari saksi menjdi tersangka,” kata Awi kepada wartawan, Selasa (30/6).

Awi menjelaskan bahwa selama proses penyelidikan, pihaknya sudah memeriksa setidakny 14 saksi serta 2 orang ahli yang berasal dari ahli hukum pidana dan ahli bahasa.

Hanya saja, kedua tersangka dijeratkan pasal yang berbeda oleh kepolisian. Jack dijerat pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 UU RI no 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik atau ITE. Sedangkan Titi dikenakan pasal 310 dan 311 KUHP.

Rencananya, keduanya akan menjalani pemeriksaan pertama kali sebagai tersangka pada pekan depan. Surat pemanggilan pun sudah dilayangkan.

“Para tersangka akan dilkukan pemeriksaan pada Kamis, 2 juli 2020 dan surat pnggilan sudah dilayankan sejak tanggal 29 juni 2020,” pungkas Awi.

Untuk informasi, perseteruan kedua pihak memuncak saat Titi melaporkan Andrew ke Polda Metro Jaya atas dugaan pemalsuan dokumen.

Pengacara Titi, Jack Lapian mengatakan kasus itu bermula saat kliennya meminjam uang sebesar Rp15 miliar kepada seorang bernama David Wira, yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Andrew.

Dalam pinjaman itu, Titi memberikan jaminan berupa sertifikat gedung di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan pada November 2018. Namun, sertifikat itu diduga telah dialihkan kepemilikannya atas nama Andrew.

Atas tuduhan itu, Andrew pun membantah dan melaporkan balik Titi bersama dengan pengacaranya ke Bareskrim Polri. Dia merasa dirugikan secara materiil dan imateriil atas laporan tersebut.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait