FOKUS

Kasus Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat, Polisi Periksa 17 Saksi

JAKARTA (tandaseru) – Polisi telah mengamankan tersangka kasus penipuan yang mengkalim sebagai raja dan permaisuri di Keraton Agung Sejagat bernama Totok Santoso Hadiningrat dan Fanni Aminadia. Saat ini, pihak kepolisian 17 orang yang menjadi saksi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono menyampaikan, saksi tersebut berasal dari tetangga kedua pelaku di Purworejo, Jawa Tengah. Selain itu, saksi juga berasal dari orang-orang yang pernah bersinggungan dengan Totok dan Fanni.

“Tentunya dari pihak penyidik Polda Jawa Tengah sudah memeriksa beberapa saksi yang berkaitan dengan kejadian tersebut, Sekitar 17 saksi,” kata Argo di Humas Polri, Rabu (15/1).

“Para saksi tentunya yang mengetahui hal tersebut, misalnya tetangga, bisa juga saksi yang sudah melakukan kegiatan-kegistan yang dilakukan raja dan permaisuri,” sambungnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi telah menemukan tindak pidana penipuan yang dilakukan Totok dan Fanni. Penipuan tersebut dengan cara menarik biaya pada anggota kerajaan untuk seragam dan kartu anggota.

“Dari pihak kepolisian telah mendapat alat bukti bahwa pelaku melakukan tindak pidana penipuan dengan modus bayar biaya. Misalnya untuk bayar seragam, kartu anggota dan dengan cara menyampaikan simbol-simbol kerajaan,” papar Argo.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan Totok dan Fanni sebagai tersangka kasus penipuan. Selama melancarkan aksinya, lelaki yang disebut Sinuhun itu menggunakan simbol-simbol kerajaan untuk menjerat para korban supaya menjadi pengikutnya.

Dalam kasus ini, keduanya dijerat UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KuHP tentang penipuan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id