FOKUS

KH Ma’ruf Amin: Paham Radikalisme Distorsi Nilai-nilai Agama

Nasionalisme

JAKARTA (!) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menegaskan paham radikal terorisme mendistorsi nilai-nilai agama karena diinterprestasi sesuai dengan keinginan sendiri.

Sebagai contoh, ungkapnya, jihad sering dianggap sebagai perang, padahal tidak semua jihad adalah perang. Jihad bisa bermakna perbaikan di berbagai aspek kehidupan, seperti sosial, budaya, ekonomi dan politik.

“Jihad akan berarti perang jika itu dilakukan di negeri yang sedang perang. Indonesia negara damai sehingga ayat itu tidak berlaku,” kata Ma’ruf Amin di Jakarta, Senin (20/3/2017) .

Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) ini mengatakan Indonesia merupakan negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai agama dan suku.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh komponen bangsa untuk memberantas paham radikal terorisme dan terorisme karena menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NKRI adalah harga mati karena itu harus dijaga dipelihara dengan berbagai cara dan metode.”

Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin

Menurut Ma’ruf Amin, langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam memerangi terorisme, baik dengan pencegahan maupun penindakan, patut didukung.

Dia juga menggarisbawahi pencegahan terorisme melalui dunia maya yang dinilai paling efektif digunakan oleh kelompok teroris untuk menyebarkan paham radikal mereka.

“Pencegahan melalui dunia maya ini memang tidak mudah sehingga diperlukan upaya intensif untuk menanggulanginya. Sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) sangat penting. Semua komponen bangsa juga harus dilibatkan,” kata Ma’ruf Amin. (17)

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait