FOKUS

Kisah Inspiratif Survivor Kanker Mencapai Puncak Gunung Everest

Sean Swarner, seorang pria berusia 44 tahun asal Ohio Amerika Serikat, telah menembus keterbatasan manusia dan mendefinisikan ulang cara pandang dunia tentang arti kesuksesan. 

Sean adalah orang pertama dan hanya satu-satunya survivor penyakit kanker yang berhasil mendaki puncak gunung tertinggi di dunia yaitu Everest.

Ketika berusia 13 tahun, Sean mendapat diagnosa penyakit Hodgkin yaitu sakit kanker. Dari berbagai jenis penyakit kanker seperti kanker payudara, serviks atau paru-paru, hodskin atau kanker kelenjar getah bening adalah kanker yang agresif dan berbahaya. 

Kanker jenis ini menyerang sistem kelenjar getah bening yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Saat itu Sean divonis hidupnya tinggal tiga bulan saja.

Saat berusia 16 tahun, Sean kembali mendapat diagnosa Askin Sarkoma yaitu penyakit kanker yang muncul akibat infeksi virus dan menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal berupa bercak-bercak di hidung, kelenjar limfa, serta organ tubuh lain. 

Namun kali ini analisa dokter jauh lebih buruk dan bilang kalau sisa umur Sean hanya dua minggu! Namun sekali lagi, ternyata Sean berhasil selamat.

Selama satu setengah tahun, Sean berada dalam keadaan koma dan berhasil bangkit walau harus menjalani banyak sesi pengobatan dan kemoterapi. 

Sean adalah orang pertama dan hanya satu-satunya survivor penyakit kanker yang berhasil mendaki puncak gunung tertinggi di dunia.

Sean menyadari bahwa setelah mengalahkan dan berhasil sembuh dari penyakit kanker dua kali, dan sempat koma begitu panjang tidak ada tantangan yang terlalu besar atau tidak ada puncak yang terlalu tinggi baginya.

Sean telah mengejutkan komunitas medis di dunia bahwa ia berhasil selamat dari kedua penyakit ganas dan koma medis.

Sebagai satu-satunya manusia di dunia yang pernah menderita kanker ganas sebanyak dua kali, Sean benar-benar merasa harus berbagi cerita untuk membantu memotivasi orang lain dan mempengaruhi kehidupan mereka di masa depan.

Pada tahun 2002, dengan hanya menggunakan sebagian paru-parunya, Sean menjadi penderita kanker pertama di dunia yang mencapai puncak gunung Everest. 

Sean juga telah menaklukkan puncak tertinggi di Afrika, Eropa, Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Amerika Utara yaitu gunung Kilimanjaro, Elbrus, Aconcagua, Vinson Massif, Kosciusko dan McKinley.

Berbagi kisah kehidupan

Sejak saat itu, Sean terus berbagi tentang kisah kehidupannya secara internasional. Ia menjadi pembicara dan menjalani banyak petualangan baru serta bertemu dengan beragam orang dan organisasi.

Di puncak Gunung Everest, Sean membawa bendera yang dihiasi dengan nama orang-orang yang telah terkena penyakit kanker dan ia meninggalkan bendera tadi di puncak salju abadi untuk memperingati perjuangan pasien kanker di seluruh dunia.

Perjalanan terbarunya pada 11 April 2017, Sean berhasil menyelesaikan salah satu mimpi besarnya yaitu menyelesaikan perjalanan ke Kutub Utara.

Sean berusaha terus berbagi semangat dan motivasi kepada banyak orang di belahan dunia yang lain. 

Tujuan Sean hanya satu yaitu ingin memberikan inspirasi kepada semua orang baik yang sehat atau yang terkena penyakit ganas seperti kanker untuk selalu tenang, terus mempunyai mimpi besar dan tidak pernah menyerah.

Penulis buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait