FOKUS

Kominfo Bangun Infrastruktur TIK di 83.000 Desa, Kapolri Pastikan Siap Mendukung

JAKARTA (tandaseru.id) – Menkominfo, Johnny G. Plate mengungkapkan, pihaknya akan melengkapi pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) di 83.548 desa dan kelurahan seluruh Indonesia dengan signal 4G.

Sebab itu, Kominfo memerlukan peran Polri dalam kaitan pembangunan infrastruktur TIK di wilayah 3 T melalui BLU bakti Kominfo.

“Tentu dalam pembangunan itu ada banyak kerja sama yang harus dibangun baik lintas kementerian lembaga maupun dengan rekan dengan sahabat pemerintah daerah dan ekosistemnya,” ujar Johnny.

Dengan kerja sama itu, Johnny meyakini pembangunan infrastruktur tersebut bakal lebih berjalan dengan baik dan maksimal. Dia berharap, Polri mampu mengerahkan jajarannya dalam hal itu.

“Secara khusus tentunya, kominfo berharap dukungan personel yang kuat yang dimiliki Polri yang tersebar di seluruh wilayah tanah air ya bisa menjadi modal kuat dalam kolaborasi TIK untuk kepentingan masyarakat dan rakyat indonesia kita tidak bisa hindari bahwa kebutuhan infrakstruktur TIK semakin tinggi, semakin diperlukan oleh masyarakat,” ucap Johnny.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan memberikan dukungan terkait pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) guna mewujudkan cita-cita program pemerintah untuk penguatan ruang digital di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Sigit saat menerima kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/5).

“Kami siap dukung seluruh program Menkominfo membangun infrastruktur TIK agar segera bisa terwujud dan memberi pelayanan bagi seluruh masyarakat baik yang ada di wilayah jauh. Sehingga memiliki kemampuan dan fasilitss sama, seperti masyarakat yang ada di wilayah perkotaan,” kata Sigit usai audiensi bersama Menkominfo.

Sigit menjelaskan, kebutuhan teknologi dewasa ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Apalagi, di tengah terjadinya Pandemi Covid-19 atau virus corona.

Menurut Sigit, di tengah Pandemi, kebiasaan masyarakat yang tadinya Offline bakal beralih ke pelayanan Online. Sebab itu, diperlukan penguatan ruang digital dengan pembangunan infrastruktur TIK yang memadai.

Dengan beralihnya ke Online, maka diharapkan seluruh pelayanan masyarakat di berbagai sektor dapat terpenuhi dan membantu masyarakat dalam beraktivitas.

“Kami juga tahu bahwa ini menjadi kebutuhan kami bersama. Apalagi seluruh negara saat ini sedang hadapi situasi Pandemi Covid-19, sehingga terkait dengan kebutuhan masyarakat untuk kemudian menyesuaikan, membiasakan, dari yang biasa Offline jadi Online, ini tentunya menjadi satu kebutuhan yang harus didukung dengan kemajuan teknologi informasi, baik di dunia pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan hal lain yang tentu mau tidak mau harus ada penyesuaian,” ujar Sigit.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com