FOKUS

Kominfo dan Siberkreasi Bekali Masyarakat Kebal Hoaks Melalui Empat Modul Literasi Digital

JAKARTA (tandaseru.id)- Penyebaran berita hoaks di Indonesia menurut data dari Mafindo pada Tahun 2020 ada sekitar 2200 kasus, ini meningkat dibanding tahun 2019 sebesar 1200-an kasus.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua untuk mengedukasi masyarakat agar berita hoaks tidak meningkat,” ujar Heni Mulyati (Mafindo/ketua divisi kurikulum GNLD Siberkreasi) dalam acara online talkshow Nasional Is Me “Kebal Hoaks” yang digelar oleh komunitas Nasionalisme Radikal (NAKAL) yang bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, Senin (13/09).

Dipandu oleh Yohana Elizabeth serta Frans Nickolas dan disiarkan secara langsung melalui 100.6 FM Heartline Radio & INDONESIAPERSADA.ID, serta melalui youtube channel heartline network.

Perlu diketahui menurut Menkominfo, pemerintah saat ini secara besar-besaran melakukan pembangunan infrastruktur digital.

Untuk menjawab tantangan itu, Kominfo dan Siberkreasi baru-baru ini mengeluarkan empat modul literasi digital agar membekali masyarakat kebal akan hoaks yaitu digital skills, digital safety, digital ethics, dan digital culture.

Program ini disiapkan secara khusus dalam rangka mengajak dan memberikan informasi bagi masyarakat agar mengetahui kecakapan-kecakapan dasar untuk mengisi ruang digital yang disediakan.

“Ini empat hal yang akan membekali masyarakat agar bisa cakap digital, kita harus berpikir kritis, cek fakta, karena bisa jadi yang disebarkan belum tentu benar itu yang kami edukasi kepada masyarakat luas, supaya tidak mudah termakan Hoaks,” lanjut Heni.

istimewa

Agar program bisa dijangkau daerah terluar Siberkreasi dan Kominfo menyelenggarakan kegiatan yang bernama Makin Cakap Digital yang menarget 500 Kabupaten dan Kota.

“Harapanya daerah-daerah yang sulit dijangkau namun memiliki akses Internet tetap dapat menguasai Empat Modul Literasi digital yang dikemas dalam satu kegiatan yang bernama Makin Cakap Digital,” beber Heni.

Ia melanjutkan bahwa penting sekali mengedukasi masyarakat bila ada informasi baru, cobalah untuk merujuk kepada pihak terkait, tak dianjurkan merujuk pada media sosial, bila tetap ingin merujuk pada media sosial pastikan yang kredibel.

“Kedepan Kami akan membekali masyarakat agar bisa mengenali ciri-ciri hoaks, harapan kami kedepan masyarakat bisa mengedukasi yang lain dan tidak menyebarluaskan berita yang terindikasi hoaks,” tandas Heni.

Masyarakat yang menemukan konten hoaks dan ingin melaporkanya bisa melalui aduankonten.id, untuk kejahatan transaksi online bisa diadukan melalui Patrolisiber.id milik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

“Kami berharap ada sinergi antara pemerintah dari sisi penyelenggara dan penegakan hukum, lalu Mafindo dan mitra lain yang tergabung dalam jejaring siberkreasi untuk konsen pada edukasi ke masyarakat,” pungkas Heni.

Dengan sinergi ini tugas untuk menekan penyebaran informasi hoaks akan lebih mudah sehingga kehidupan bermasyarakat akan lebih damai dan tenteram.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com