FOKUS

Kosong Usai PM Mundur, PBB Desak Libanon Bentuk Pemerintahan Baru

BEIRUT (Tandaseru) – Kekosongan pemerintahan di Libanon membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa ikut turun memikirkan kelangsungan negara.

Koordinator khusus PBB untuk Libanon mendesak semua otoritas terkait penyelenggaraan negara Libanon membentuk pemerintahan baru menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Hassan Diab beserta kabinetnya.

Juru Bicara untuk PBB, Jan Kubis menyerukan pembentukan pemerintahan baru yang memenuhi aspirasi rakyat Lobanon dan mampu mengatasi tantangan mendesak yang dihadapi negara itu.

“Jangan sampai periode kekosongan pemerintahan yang berkepanjangan,” ujar dia, dilansir Reuters, Rabu (12/8).

“Ada permasalahan yang harus segera ditangani untuk memulihkan kepercayaan rakyat Lebanon dan komunitas internasional di Lebanon,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Perdana Menteri Libanon Hassan Diab resmi mengumumkan pengunduran diri usai ledakan di Pelabuhan Beirut.

“Hari ini kami mengindahkan orang-orang dan tuntutan mereka untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas bencana,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi, dilansir AFP, Senin (10/8).

“Inilah mengapa hari ini saya mengumumkan pengunduran diri pemerintah.”

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait