FOKUS

Kunjungi PCNU Pamekasan, Kapolda Jatim Kampanyekan Prokes

PAMEKASAN (tandaseru) – Kapolda Jawa Timur mengajak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan ikut mengampanyekan penegakan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat agar kasus penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bisa ditekan dan Jawa Timur segera bebas dari pandemi.

“Ini kami lakukan karena ormas Islam seperti NU ini juga memiliki peran penting dalam ikut membantu menyukseskan program ini,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran saat bersilaturahim dengan perwakilan Pengurus Cabang NU Pamekasan, Rabu (21/10).

Kapolda dalam kesempatan itu juga menyerahkan bantuan sosial berupa 2.500 masker dan satu ton beras sebagai bentuk kepedulian institusi Polri kepada ormas Islam NU di Pamekasan.

Rais Syuriah NU Pamekasan KH. Afifuddin Thoha mengapresiasi Kapolda Fadil Imron yang bersilaturahim kepada pengurus NU Pamekasan untuk merekatkan hubungan baik antara NU dengan polisi.

Dalam kesempatan itu, “Kiai Afif” (sapaan karib KH. Afifuddin Thoha) juga menyampaikan aspirasi warga NU Pamekasan tentang adanya kasus ujaran kebencian yang dilakukan oknum warga atas nama akun facebook Muhammad Izzul kepada Ketua Pengurus Cabang NU Pamekasan KH. Taufik Hasyim.

Pemilik akun facebook yang bernama Muhammad Izzul ini menyatakan di dalam unggahannya bahwa Ketua NU Pamekasan merupakan simpatisan PKI, sehingga menimbulkan protes keras di kalangan warga NU Pamekasan.

Oleh karenanya, Rais Syuriah NU Pamekasan KH. Afifuddin Thoha meminta institusi penegak hukum segera menangkap pelakunya.

“Sebab, jika kasus ini tidak diungkap secepatnya, kami khawatir masyarakat di bawah melakukan tindakan-tindakan yang tidak bisa kami kendalikan,” ujar Kiai Afif.

Menanggapi permintaan itu, Kapolda Irjen Pol M Fadil Imron menyatakan pihaknya akan terus berupaya maksimal melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun facebook bernama Muhammad Izzul tersebut.

Orang nomor satu di lingkungan Polda Jatim ini menyatakan saat ini polisi terus berupaya mengungkap dan menangkap pelakunya, namun ia juga meminta warga NU sabar karena penyedilikan di dunia maya tidak mudah.

“Yang jelas, semua kasus yang telah dilaporkan pasti kami usut dengan tuntas. Saat ini kami sedang berupaya untuk menangkap pelakunya,” pungkasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait