FOKUS

Kunjungi Senduro, Gubernur Khofifah: Senduro Ajarkan Kerukunan Umat Beragama

LUMAJANG (tandaseru) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi PuraM andhara Giri Semeru Agung Senduro, Lumajang Minggu (27/9).

Kedatangan Gubernur Khofifah di Pura tertua di Jawa ini disambut dengan kompak dan antusias oleh tokoh (tomas) masyarakat, tokoh agama (toga), dan tokoh adat Senduro yang berada di jalur utama  Gunung Semeru tersebut. 

Pada kesempatan itu Khofifah menyebutkan bahwa kerukunan antar umat beragama  yang begitu kuat di Senduro mengajarkan bahwa kerukunan umat beragama dapat dilakukan secara  substantif dan kuat.

“Kalau ada FKUB ingin belajar best practice bagaimana cara menjaga kerukunan antar umat beragama bisa belajar di Senduro. Yang menarik disini pemilik Home Stay  rata-rata Muslim  tetapi yang menginap rata- rata Hindu. Dan kehidupan yang terbangun sangatlah rukun,” jelasnya.

Khofifah menambahkan, Presiden pernah menjelaskan Indonesia memiliki 714 suku dengan karakter berbeda. Hal ini, menunjukkan arti pentingnya kesepahaman dari berbagai perbedaan yang muncul diberbagai suku, adat dan agama.

“Semoga Senduro ini bisa menjadi referensi kerukunan umat beragama,  menjadi sebuah kebhinekaan yang harus kita jaga lewat saling menghormati dan kasih sayang. Ini penting, karena penghormatan dan kasih sayang itu harus sejalan,” pungkas Khofifah.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, Pura Mandhara Giri Semeru Agung Senduro ini adalah pura yang menjadi tujuan bagi saudara Hindu dari Bali untuk melaksanakan kegiatan ibadah yang sudah menjadi kewajiban harus hadir disini. Karena, pura ini merupakan Pura tertua dan yang dituakan khususnya dari Bali.

Selain itu, secara ekonomi Senduro juga memberi penguatan ekonomi lewat wisata budaya dan religius. “Kami berharap, senduro jadi pintu gerbang pariwisata yang menggabungkan pariwisata, keberagaman dan kebudayaannya sehingga Pemkab Lumajang ekonominya bisa terus tumbuh menjadi luar biasa,” ungkapnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Senduro Kab. Lumajang Farid Rahman Hermansyah menjelaskan, bahwa Senduro merupakan salah satu adat tertua di Pulau Jawa dan tempat spiritual tertua di Jawa.

Dari semua peradaban lama hingga sekarang, pihaknya sebagai keturunan akan senantiasa menjaga dan memelihara masyarakat Senduro. “Siang hari ini jembatan persatuan ummat mempersatukan umat beragama berkumpul di Senduro. Apabila Senduro bersatu saya yakin seluruh Indonesia dan nusantara akan bersatu pula,” tutupnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait