FOKUS

Kunjungi Sulawesi Utara, Mendagri Bersama Ketua Umum TP PKK Masifkan Sosialisasi Disiplin Prokes

MANADO (tandaseru) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak (TP) PKK beserta jajaran Kemendagri terus menggencarkan sosialisasi disiplin protokol kesehatan (Prokes).

Terutama menyangkut 3M+1T (mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, serta tidak berkerumun) untuk menekan penyebaran dan penularan Covid-19. Kali ini upaya yang dilakukan dengan meluncurkan Gerakan Bermasker di Gedung Mapulus, Sulawesi Utara (Sulut), pada Jumat (4/12).

Mendagri secara tegas mengingatkan kepada kepala daerah agar berpedoman pada Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) tentang penegakan disiplin protokol kesehatan. Sementara bagi daerah yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), selain dua aturan tersebut, juga perlu mempedomani Peraturan KPU yang berkaitan dengan protokol kesehatan. Pasalnya, hingga saat ini angka penularan semakin meningkat akibat adanya kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Tolonglah untuk kepala daerah dan Forkopimda jangan biarkan terjadi kerumunan yang bisa menimbulkan penularan, konsisten pada Perda dan Perkada, khusus Pilkada kita sudah tahu 50 (orang peserta) maksimal, jaga jarak, ada peraturan KPU. Membiarkan kerumunan terjadi, sama saja kita membiarkan masyarakat, rakyat kita, saling membunuh satu sama lain, tapi bukan dengan senjata, (namun) dengan menularkan virus berbahaya, jangan biarkan, harus tegas, kalau tidak, (pandemi ini) tidak akan selesai,” tegasnya.

Dia meminta Sulut tetap menegakkan disiplin Prokes 3M+1T dengan selalu menjauhi kerumunan yang menjadi sumber penularan Covid-19. “Saya meminta kepada Pak Gubernur acara yang diadakan maksimal 50 orang saja, yang lainnya lebih baik virtual, yang penting pesannya sampai, kalau protokol ini diikuti maka risiko 60-70 persen akan menurun,” ujarnya.

Tito juga mengatakan untuk selalu mengadakan test rutin dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) terutama di daerah zona merah dan oranye. “Tingkatkan 3-4 kali lipat lagi test PCR, karena (apabila) kemampuan testingnya rendah (itu) belum bisa menggambarkan keadaan penularan sebenarnya, sehingga kelihatannya rendah tapi sebetulnya ada dark number, tahu-tahu penularan sudah terjadi,” tandas Mendagri.

Dia mengingatkan vaksinasi massal yang akan diadakan di Indonesia masih membutuhkan waktu dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Mendagri berpesan agar terus meningkatkan kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi vitamin, berolahraga, menghindari stress, menjaga pola makan serta berjemur di sinar matahari.

Sebagai informasi, Gerakan Launching 11.398.984 masker yang diselenggarakan di Sulut ini tidak hanya bertujuan agar masyarakat lebih memahami dan sadar akan penerapan protokol kesehatan, tapi juga diharapkan dapat menjadi budaya sehari-hari.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com