FOKUS

Lagunya Dipakai Saat Kampanye, Rolling Stones Siap Gugat Trump

LONDON (tandaseru) – Grup musik asal Inggris, The Rolling Stones melarang keras Presiden AS, Donald Trump untuk memakai lagu mereka tanpa izin dalam kampanye.

Peringatan Rolling Stones muncul setelah Trump berulang kali memakai lagu-lagu mereka sebagai latar musik di acara politik.

Dilansir dari NME, saat ini tim kuasanya tengah bekerja sama dengan organisasi hak cipta terbesar, BMI untuk mencegah Trump menggunakan lagu mereka saat acara politik.

BMI telah memberi tahu tim kampanye Trump bahwa setiap penggunaan ilegal musik Rolling Stones merupakan pelanggaran lisensi.

Jika Trump terus mengabaikan peringatan The Rolling Stones dan BMI, ia akan menghadapi gugatan “karena melanggar embargo dan memutar musik yang tak resmi.”

Sebelumnya, Trump juga memainkan sejumlah lagu The Rolling Stones, seperti You Can’t Always Get What You Want dan Start Me Up dalam kampanye pemilu presiden pada 2016 lalu.

Grup band itu pun mengirimkan permintaan resmi agar Trump berhenti menggunakan lagu mereka, namun Trump tetap menggunakannya.

Bahkan setelah menang pemilu dan mengambil sumpah Presiden pada Januari 2017 lalu, Trump hadir ke konser pelantikannya dengan diiringi lagu Heart of Stone milik The Rolling Stones.

Ini bukan kali pertamanya, pasalnya tahun 1989 lalu, salah satu kasino milik Trump menjadi sponsor konser The Rolling Stones di Atlantic City.

Saat konser tersebut, Trump mengambil alih ruang pers after-show The Rolling Stones untuk menggelar jumpa pers sendiri.

Bahkan dari insiden tersebut, salah satu promotor konser The Rolling Stones, Michael Cohl mengatakan bahwa salah satu personel band, Keith Richard mengamuk karena mengetahui kelakuan Trump.

“Ia mengambil pisau lalu menghujamkannya ke meja dan berkata kepada saya, ‘Untuk apa ada kamu? Apa saya harus ke sana sendiri dan memecatnya? Salah satu dari kita harus meninggalkan gedung ini, dia atau kami,” kata Cohl menirukan omongan Richards.

Tidak hanya Rolling Stones yang melancarkan protes, tapi juga Adele, Neil Young, dan Steven Tyler karena alasan sama.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id