FOKUS

Larangan Pakai GPS saat Berkendara, Polisi Dukung Putusan MK

Tandaseru – Polisi mendukung keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak pemakaian gawai (alat) untuk keperluan alat bantu navigasi atau GPS saat berkendara.

“Memang seperti itu. Begini, keputusan MK itu tidak mau bertolak belakang dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di situ diatur tentang konsentrasi berkendara dalam UU Lalu Lintas,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Herman Ruswandi di Jakarta, Sabtu (2/2).

Pihak kepolisian memandang MK sadar bahwa bila diperbolehkan, hal tersebut bisa sangat membahayakan di jalanan. Maka dari itulah polisi menilai akhirnya MK tidak memenuhi uji materi Pasal 106 ayat 1 dan 283 UU yang diajukan oleh Toyota Soluna Community.

“Di situ sudah diatur bahwasannya apapun bentuknya yang sifatnya membahayakan lalin (lalu lintas) pasti ditolak,” ucapnya.

Dengan ditolaknya uji materi tersebut, polisi kembali mengingatkan dan mengimbau para pengendara agar tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara sekalipun untuk memakai GPS. Pasalnya, hal tersebut sangat membahayakan diri sendiri saat berkendara juga orang lain di jalan raya.

“Pastinya hukuman yang berorientasi kepada denda dan kurungan. Dua bulan kurungan dan denda Rp250 ribu,” kata dia lagi.

MK melalui sidang putusan yang berlangsung pada Rabu (30/1) menegaskan mengemudi sambil melihat GPS di gawai itu melanggar peraturan. Bahkan di putusan tersebut disebutkan ada hukuman bila melanggar dengan kurangan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750 ribu.

“Sesuai dengan ketentuan tertib berlalu lintas dalam UU 22/2009, misalnya rambu lalu lintas, bangunan, cahaya, dan lainnya. Konsentrasi pengemudi tidak boleh terganggu karena menggunakan aplikasi GPS dalam telepon seluler pada saat berkendara karena akan menyebabkan berkurangnya perhatian dan konsentrasi pengemudi yang dapat berdampak pada kecelakaan lalu lintas,” kata Ketua MK Anwar Usman.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait