FOKUS

LPG Langka dan Harga Tidak Sesuai HET, Polres Kaur Sidak Pangkalan Gas

BENGKULU (tandaseru) – Unit Tipiter Satreskrim Polres Kaur mengcek sejumlah pangkalan gas elpji di wilayah Kaur Selatan dan Maje yang menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Dari hasi pengecekan ada menjual tabung diatas harga HET, dan mereka sudah kita ingatkan agar tidak jual di atas HET,” kata Kapolres Kaur AKBP Puji Prayitno SIK MH melalui Kasat Reskrim IPTU Pedi Setiawan.

Dia mengungkapkan pihaknya kerap mendapat pengaduan dari masyarakat bahwa gas LPG atau melon yang dibeli beratnya tak sesuai dengan ketentuan dan juga harganya diatas HET.

Karena itu, dia mengaku tak akan segan-segan menindak tegas dan memproses sesuai ketentuan hukum, siapapun yang memainkan harga maupun mengurangi isi elpiji. Sebab, tindakan itu dapat merugikan masyarakat.

Tabung gas subsidi LPG 3 kg mulai dikeluhkan oleh masyarakat Kaur. Pasalnya, tabung gas melon tersebut belakangan menjadi langka.

Selain langka, masyarakat mengeluhkan harganya naik tajam mencapai Rp35.000/tabung, disisi lain Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk di Kabupaten Kaur yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp18.659/tabung.

“Kita akui sekarang ini gas LPG 3 Kg sedang langka, makanya harga ini bisa melambung, dan juga memang stok gas elpiji Kaur ini kurang,”ujarnya.

Dalam sidak ini polisi menemukan rata-rata di setiap pangkal gas LPG 3 kg dijual kepada masyarakat seharga Rp22.000-Rp23.000 per tabung, dan tidak sesuai dengan SK Bupati Kaur No. 188.4.45-681, tahun 2015 yang seharusnya menjual dengan harga HET Rp18.650.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait