FOKUS

MAKI Ajukan Empat Nama untuk Jadi Saksi Kasus Djoko Tjandra, Ini Kata Polisi

JAKARTA (tandaseru) – Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengajukan empat nama untuk dijadikan saksi dalam kasus surat jalan palsu untuj terpidana kasus korupsi, Djoko Tjandra. Lalu bagaimana respon Polri terkait pengajuan empat nama saksi itu?

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono menyebut pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk memeriksa saksi baru yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini.

“Kami tidak ada pesanan atau tekanan, penyidik bekerja secara profesional. Jadi siapapun yang terlibat dalam kasus ini dan tertuang dalam BAP (berita acara pemeriksaan) pasti akan dikejar penyidik. Selama ada benang merahnya dengan kasus, tentunya akan dilakukan pemanggilan,” kata Awi di Mabes Polri, Senin (10/8).

Untuk itu, Awi menyebut empat nama saksi yang diberikan oleh MAKI akan terlebih dulu dicek kebenarannya. Hal tersebut guna memastikan nama yang dimaksud memang benar terlibat dan memiliki peran penting.

“Kalau ada info dari luar, tentu akan dievaluasi, dikroscek, apa betul nama yang diajukan betul memang ada kaitannya dengan kasus tersebut. Sekali lagi, kalau ada benang merah, ada di BAP, pasti akan kami telusuri,” jelasnya.

Sebelumnya, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengusulkan sebanyak empat orang untuk diperiksa sebagai saksi, dalam kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra. Tiga di antaranya dari pihak swasta dan satu merupakan aparat penegak hukum.

“Kami menyampaikan saksi yang terkait dengan tersangka Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking yang saat ini tahap penyidikan di Bareskrim Polri terkait sengkarut Djoko Tjandra,” ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (10/8).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait