FOKUS

Malam Minggu, Polsek Sukomanunggal Intensifkan Operasi Yustisi

SURABAYA (tandaseru) – Operasi yustisi terus dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan TNI Polri dan Tiga Pilar kecamatan Sukomanunggal. Bahkan Polsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya, melakukan operasi yustisi hampir setiap hari, baik pagi, siang sore dan malam.

Secara intensif juga, jajaran Polsek Sukomanunggal terus menggandeng unsur masyarakat dalam pelaksanaan operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan tersebut. Mulai dari menggandeng LPMK, FKPM hingga Bonek dan Bonita.

Kapolsek Sukomanunggal Akp Ade Christian Manapa, saat memimpin Operasi Yustisi pada hari Sabtu (26/9) malam, di sepanjang Jalan Raya Simo Kalangan–Banyu Urip, mengatakan tujuan dilakukannya operasi yustisi adalah sebagai salah satu upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

“Angka penambahan bisa ditekan, jumlah meninggal dunia menurun dan angka kesembuhan semakin meningkat” ujarnya.

Operasi yang dimulai sejak pukul 21.00 pada malam minggu tersebut, pelaksanaannya masih terus menggandeng Komunitas / stakeholder dari masyarakat, dengan menyasar pengguna jalan dan pedagang pasar.

“Malam ini kami masih ditemani oleh FKPM Simo Kalangan dan Bonek Simo Area, ini merupakan kegiatan rutin dan dilakukan bukan karena ada laporan.” terangnya.

AKP Christian Manapa juga menjelaskan, dalam operasi Yustisi yang digelar, sudah tidak dilakukan. Langsung penindakan berupa penilangan tidak pakai masker.

“Kita bersama Koramil dan Kecamatan, sebelumnya sudah memberikan sosialisasi selama dua bulan lebih, saat ini sudah waktunya penindakan bagi yang tidak disiplin.” tegasnya.

Dari pantauan selama pelaksanaan operasi yang dilakukan beberapa hari terakhir. Pelanggaran terbanyak dari para remaja yang menjadi pelanggar.

“Pelanggaran seringa dilakukan oleh mereka yang masih remaja, mereka langsung disidang di Polrestabes Surabaya, setelah sebelumnya dilakukan penahanan kartu identitas dilokasi.” ujarnya.

Pada operasi malam minggu itu, petugas menyebutkan terdapat 14 penangkapan. ”Terdapat 14 KTP, dan 1 STNK. Hari ini ada penambahan jumlah 5 pelanggar daripada dua hari yang lalu. Nanti diarahkan ke Polrestabes. Untuk mobil ada denda 100 ribu rupiah, sementara untuk motor 50 ribu rupiah,” terang Akp Christian Manapa.

Muhammad Azwar Anas, ketua Bonek Simo Area yang turut bergabung dalam setiap pelaksanaan operasi yustisi mengatakan, meskipun tidak ada pertandingan suporter Persebaya tetap melakukan hal positif untuk ikut mendukung Surabaya menjadi Zona hijau.

”Sudah 2 bulan mengikuti total ada lebih dari 10 kali operasi kami ikut. Bonek bertekad ikut menyelesaikan Covid-19 dan mengimbau masyarakat, agar Surabaya menjadi (zona) hijau kembali.” ujarnya.

Sementara itu, Magdalena Tonay ketua RW 7 Kelurahan Simomulyo, mengatakan operasi dilakukan tiap tiga hari sekali. Harapannya, warga bisa lebih waspada dan peduli menerapkan protokol kesehatan.

”Senin lalu, ikut operasi yustisi. Dalam 1 jam, ada 20 pelanggar. Kamis jumlah pelanggar turun signifikan menjadi 9 pelanggar, dan malam ini ada 14 orang pelanggar. Rata-rata pengendara motor dan mobil. Biasanya dari pasar atau pulang kerja. Jalanan sini kan macam-macam yang lewat, apalagi malam minggu seperti ini,” ujarnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait