FOKUS

Mantan Napiter: Jangan Percaya Ideologi Kaum Radikalis!

Tandaseru – Di tengah maraknya aksi terorisme dan radikalisme oleh segelintir orang, mantan narapidana terorisme (napiter) Echo Ibrahim berkisah pengalamannya di masa lalu. Dia menyebut tindakan teroris sia-sia dan tak ada gunanya hingga di akhirat kelak.

Testimoni Echo disampaikan dalam seminar kepemudaan bertajuk Anak Muda Berantas Radikalisme dan Hoax di Dunia Maya, yang digelar DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bekerja sama dengan Pusat Kajian Keamanan dan Strategi Global (PKKSG-UMJ) di Aula Ahmad Dahlan PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

“Menurut saya, apa yang dilakukan kaum radikal dan teroris dengan aksinya bom bunuh diri itu hanya sia-sia. Sampai ke akhirat pun mereka tak akan dapat surga. Surga tak bisa diraih dengan membunuh orang tak berdosa,” ujarnya.

Ia sendiri tahu persis bagaimana kaum teroris berusaha keras mewujudkan keinginan dan aksinya, yakni dengan melakukan amaliyah, bom bunuh diri. Menurut dia, ngebom itu cita-cita mereka ingin mendapatkan surga.

“Mana ada dapat surga dengan cara ngebom. Tidak ada agama manapun membenarkan itu. Karena itu, saya minta masyarakat khususnya umat Islam, untuk tidak percaya dan mengikuti ideologi kaum radikalis dan teroris,” jelas Echo.

Echo yang pernah bekerja di sebuah bank swasta nasional itu sendiri pernah terlibat dalam tindakan terorisme yakni bom Cirebon, kasus Janeponto dan Aceh. Ia pun diganjar 7.5 tahun penjara. Usai bebas empat tahun lalu, Echo giat berkampanye bahaya radikalisme dan terorisme.

Harus diberantas

Direktur PKKSG-UMJ Hery Sucipto mengamini statemen Echo. Menurutnya, kaum radikalis dan teroris hanya memproduksi kerusakan dan kemudharatan di masyarakat.

“Mereka itu tak berani hidup. Beraninya hanya mati, itu pun dengan cara yang sia-sia karena dengan membunuh orang. Ideologi jihadis seperti ini harus diperangi dan diberantas hingga ke akar-akarnya,” ujar Hery.

Ia berharap, semua pihak ikut serta memerangi radikalisme dan terorisme. Tugas itu, kata dia, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, Polri dan TNI, tapi tugas semua pihak karena terorisme musuh bersama bangsa dan negara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait