FOKUS

Marzuki Alie Laporkan 5 Kader Partai Demokrat ke Polisi soal Pencemaran Nama Baik, Salah Satunya AHY

JAKARTA (tandaseru.id) – Baku tembak kembali terjadi antara Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di wilayah Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu (3/3) kemarin.

Mantan Sekjen Partai Demokrat, Marzuki Alie melalui kuasa hukumnya, Rusdiansyah hari ini, Kamis (4/3) mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan empat kader lainnya.

Marzuki melaporkan lima orang tersebut atas tuduhan pencemaran nama baik setelah diberhentikan dari anggota Partai Demokrat karena telah disebut penghianat yang membuat kisruh di dalam tubuh partai.

“Ada lima orang yang kita rencana kita laporkan ini ya. Lima orang yang rencana kita laporkan ini satu hanya kader nonpengurus, empatnya pengurus PD,” kata Rusdiansyah kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kamis (4/3).

“Salah satunya inisialnya AHY, salah satu ya,” sambungnya.

Dalam laporannya ini, Rusdiansyah belum membeberkan terkait bukti yang dibawa untuk melengkapi proses laporannya tersebut.

“Ada beberapa hal yang menjadi dasar laporan Pak Marzuki ingin melaporkan beberapa orang, pertama beliau dituduh melakukan upaya kudeta terhadap kepemimpinan Partai Demokrat. Sampai detik ini pihak-pihak yang menuduh belum bisa membuktikan dimana, kapan pak Marzuki bertemu dengan siapa ingin melakukan kudeta,” jelasnya.

Rusdiansyah menyebut kliennya merasa dicemarkan nama baiknya lantaran tidak ada proses klarifikasi kepada Marzuki soal tuduhan tersebut. Dia meneruskan kliennya dipecat dengan tidak hormat pada 26 Februari 2021 lalu dengan sebutan Partai Demokrat memecat penghianat partai.

“Padahal di surat keputusan pemberhentian, klien kita tidak ada kata-kata seperti itu. Nah 3 hal ini lah yang melatarbelakangi kita sampai ke Bareskrim,” ucapnya.

Seperti diketahui, Marzuki Alie pernah menyatakan keberatan atas pernyataan politikus Demokrat Syarief Hasan dan Rachland Nashidik. Keduanya sempat menyebut Marzuki terlibat dalam upaya kudeta Partai Demokrat.

Pada 26 Februari lalu, Partai Demokrat mengumumkan bahwa Marzuki Alie diberhentikan tetap secara tidak hormat. Ia dinilai melanggar etik karena pernyataannya di media yang dianggap menyatakan kebencian dan permusuhan kepada Partai Demokrat.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com