FOKUS

Masih Diserang Corona, Israel Lockdown Lagi Tiga Pekan

TEL AVIV (Tandaseru) – Pemerintah Israel mengumungkan lockdown negaranya selama tiga pekan menyusul kasus corona yang kembali datang.

PM Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan lockdown akan mulai diterapkan pada Jumat (18/9). Selama lockdown musim liburan Yahudi, orang Israel harus tinggal di rumah dan dapat pergi hanya 500 meter dari tempat tinggal.

Nantinya mereka diperbolehkan melakukan perjalanan ke tempat kerja yang akan diizinkan untuk beroperasi secara terbatas.

Sekolah dan pusat perbelanjaan akan ditutup tetapi supermarket dan apotek tetap buka. Sektor publik akan beroperasi dengan lebih sedikit staf, meski kantor dan bisnis non-pemerintah tidak perlu tutup, selama tidak menerima pelanggan.

Pertemuan di dalam ruangan dibatasi untuk 10 orang dan tidak lebih dari 20 orang di luar ruangan. “Saya tahu langkah-langkah itu akan menimbulkan harga yang berat bagi kita semua,” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi.

“Ini bukan jenis liburan yang biasa kami lakukan. Dan kami pasti tidak akan bisa merayakannya dengan keluarga besar kami,” ujar Netanyahu.

Kementerian Keuangan mengatakan karantina nasional akan merugikan ekonomi diperkirakan 6,5 miliar shekel. Kondisi ini akan memperburuk Israel yang tergelincir ke dalam resesi setelah virus corona menyebar.

Netanyahu mengatakan telah menginstruksikan menteri keuangannya untuk membuat paket ekonomi baru untuk membantu bisnis yang dirugikan oleh lockdown. Dia telah menghadapi kritik yang terus meningkat atas penanganannya terhadap krisis Covid-19.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait