FOKUS

Masjid Istiqlal Dipastikan Tidak Gelar Salat Ied saat Hari Raya Idul Fitri 1442H

JAKARTA (tandaseru.id) – Hari Raya Idul Fitri 1442H sudah ditetapkan pemerintah jatuh pada Kamis (13/5). Terkait itu, Masjid Istiqlal Jakarta dipastikan tidak akan menggelar salat Ied seperti tahun lalu.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengatakan, keputusan ini diambil atas berbagai pertimbangan. Terutama mempertimbangkan situasi keselamatan umat saat ini.

“Setelah kami menganalisis perkembangan di internal dan eksternal Istiqlal, maka kami memutuskan di dalam pertemuan rapat kami tadi, Istiqlal kita tutup untuk Istiqlal, tidak menyelenggarakan Idul Fitri, salat Idul Fitri,” kata Nasaruddin kepada wartawan, Selasa (11/5).

Nasaruddin menerangkan jika Masjid Istiqlal tetap menggelar salat Ied, dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan yang berpotensi menularkan Covid-19.

Saat ini, pemerintah memang mengizinkan Istiqlal membuka fasilitas untuk umum. Yakni 10 persen dari kapasitas maksimal 250 ribu jamaah atau setara 25 ribu jamaah. Angka tersebut dianggap masih sangat banyak dan bisa berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Setelah kami melakukan simulasi, kira-kira mengantisipasi perkembangan yang akan terjadi, maka kami menyimpulkan bahwa Istiqlal kita seperti tahun lalu, belum dibuka untuk salat Idul Fitri,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin menyampaikan permohonan maaf kepada umat islam karena belum bisa membuka Istiqlal untuk salat ied. Dia berharap Istiqlal bisa dibuka saat Hari Raya Idul Adha.

“Saya tahu sudah banyak sekali yang merindukan masjid Istiqlal yang sudah indah dan cantik seperti ini, tetapi kondisi kita tidak memungkinkan untuk membuka, terbuka, melaksanakan Idul Fitri ini,” pungkasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com