FOKUS

Media Sosial: Dari Arena Jati Diri sampai Laboratorium Sosial?

JAKARTA (tandaseru.id) – Media sosial pada era digital sekarang ini begitu marak, mampu menggusur ketenaran media media konvensional. Media sosial menjadi ruang yang terbuka atau menjadi arena apa saja untuk menjadi wadah berbagai kepentingan.

Media sosial dapat menjadi :
1. Media informasi
2. Media komunikasi
3. Media sosialisasi
4. Media edukasi
5. Media kepentingan politik
6. Media untuk labeling
7. Media bisnis
8. Media penggalangan solidaritas
9. Media penghakiman sosial
10. Media membangun jejaring sosial
11. Media laboratorium sosial

Masih banyak fungsi media sosial lainnya. Media sosial pada era post truth banyak juga dampak negatifnya untuk mempengaruhi persepsi dan interpretasi publik.

Pada era post truth banyak kebenaran dikalahkan oleh pembenaran. Berbagai hal dapat dikemas dalam kebohongan atau dikemas sedemikian rupa dan diviralkan terus menerus sampai yang membuatpun merasa itu sebagai kebenaran.

Warga net sekarsng ini lebih rame lebih panas suasana dan komunikasinya tatkala hanyut dalam bernagai provokasi media sosial. Buzer bermunculan bahkan menjadi pasukan bayaran untuk saling serang dan menjatuhkan.

Konflik antarbuzer ini menjadi arena baru yg dengan kata kata kasar bahkan ucapan yang tidak selayaknya disampaikan bisa keluar. Netizen Indonesia dinilai oleh beberapa pengamat media sosial sebagai netizen yang paling buruk dalam komunikasinya.

Tiada lagi tata krama sopan santun. Walaupun ada UUITE dan banyak yang ditindak tegas sanksi hukum tetap saja banyak yang terus saja mengeluarkan kata kata kasarnya. Seakan-akan senang dan bangga memamerkan kedunguannya. Sebentar marah menghujat dan sama sekali jauh dari budaya timur, sebagai bangsa yang ramah.

Media sosial merajai sistem informasi dan komunikasi dari perorangan sampai berkelompok mereka memiliki suatu tatanan baru. Semua serba online dari iklan sampai dengan penjualan.

Dalam kegiatan para netizen akan dapat dipetakan atau dipolakan dalam berbagai algoritma. Sistem kajian media sosial semakin berkembang semakin menjadi salahbsatu pilihan komunkikasi informasi dengan berbagai strategi untuk kepentingan pengeksploitasian sumber daya.

Pemetaan dari berbagai kepentiangan tsb antara lain memanfaatkan :
1. Primordialisme sbg pemersatu.
2. Menggunakan hobby
3. Profesi sbg jembatan komunikasi dan solidaritas
4. Membuka pasar virtual
5. Mencari viewer dan follower
6. Mencari pendapat publik melalui survey
7. Memberikan hiburan

Fungsionalisasi media sosial begitu luas tentu akan berdampak pada perilaku netizen dg peradaban barunya. Berbagai informasi komunikasi dpt di jembatani scr cepat yg mampu menembus batas ruang dan waktu. Dampak luas media sosial ini jangan dianggap remeh mampu merontokkan berbagai kepentingan yg sdh lama eksisting

Intelejen media akan menjadi bagian penting untuk menata atau menjaga keteraturan sosial pada warga net. Prinsip kinerja intelejen dari pemgumpulan data, analisa, produk dan networking ini dapat dilakukan dengan memberdayakan media sosial sebagai bagian dari laboratorium sosial.

Dalam kehidupan masyarakat boleh dikatakan ada juga dalam media sosial. Dari pemetaan pembuatan pola polanya dan pengumpulan data maka akan dapat dihubung hubungkan. Dapat dianalisa untuk menghasilkan algoritma yg berupa info grafis, info statistik, maupun info virtual lainnya.

Algoritma tadi dapat digunakan sebagai model untuk memprediksi mengantisipasi dan memberi solusi. Inyelejen media akan membantu menjembatani untuk terus berkembangnya fungsi media sosial secara positif dan mencerdaskan para warga net untuk tdk hanyut dalam berita hoax.

Selain itu juga bagi penegakkan hukum kpd warga net yg dengan sengaja memperkeruh atau mengganggu keteraturan sosial.

Penulis: Brigjen Pol Prof Chryshnanda Dwilaksana
Dirkamsel Korlantas Polri

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com