FOKUS

Tilang Elektronik, Polisi Sebut Bentuk Penilangan Pengguna Skuter Listrik di Jalan Raya dengan Mencatat ID KTP

Tandaseru – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan bentuk penilangan pada pengguna skuter listrik yang melanggar adalah tilang eloktronik. Artinya, para pelanggar hanya menunjukkan kartu identitas (KTP) dan membayar denda tilang melalui bank.

“Teknisnya (penilangan) dengan mencatat ID (kartu identitas) nya, kita e-tilang. Kalau memang enggak membawa ID, kan pada saat mendaftar memakai OVO, akan masuk ke dalam akun identitas si pengguna tersebut,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/11).

Meski begitu, mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini menerangkan pihaknya akan melakukan tindakan peneguran sebelum melakukan penilangan terhadap pengguna skuter listrik yang nekat masuk jalur sepeda atau jalan raya.

Jika mereka tetap tidak mengikuti aturan yang berlaku atau berusaha melarikan diri saat diberhentikan oleh polisi, maka polisi akan menilang para pelanggar tersebut.

Prosedur penindakan itu mengacu pada Pasal 282 Juncto Pasal 104 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Pada saat ditegur anggota dan dia (para pelanggar) menurut, itu enggak bisa ditilang. Saat ditegur anggota dan kembali ke jalurnya, itu juga enggak akan ditilang,” jelasnya.

“Tetapi pada saat ada petugas memberhentikan dan dia melarikan diri itu bisa ditilang,” sambungnya.

Seperti diketahui, polisi akan menilang para pengguna skuter listrik atau otopet yang nekat melintas di jalan raya atau jalur khusus sepeda mulai 25 November 2019 hari ini.

Para pengguna skuter yang melanggar akan dijerat Pasal 282 Juncto Pasal 104 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“(Para pelanggar) akan dikenakan sanksi pidana penjara selama-lamanya satu bulan dan denda maksimal Rp 250.000,” ungkap Yusri.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait