FOKUS

Melanggar Protokol Kesehatan, 8 Rumah Maka hingga Cafe Ditutup Sementara di Hari Pertama PSBB Ketat

JAKARTA (tandaseru) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menutup sementara delapan rumah makan hingga cafe karena melanggar aturan protokol kesehatan di hari pertama penerapan PSBB ketat di Ibukota yakni pada Senin (14/9).

“Dari hasil pemantauan yang dilakukan anggota kami di lapangan, ternyata hari pertama kita masih dapatkan beberapa tempat ya rumah makan atau restoran yang masih melanggar, terjadi pelanggaran. Lebih kurang ada rumah makan yang di Upnormal Resto di Rawamangun,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin di Gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (15/9).

“Kemudian ada di Rumah Makan Bandar, Condet, kemudian ada Rumbo Star dan kafe Rock di wilayah Jakarta Timur, kemudian ada rumah makan padang, ada rumah makan nasi uduk dan lain-lain. Saya pikir ini masih relatif sedikit, karena hanya sekitar 8,” sambungnya.

Arifin menyebutkan pelanggaran yang dilakukan adalah karena masih dilakukannya pelayanan makan di tempat (dine-in) saat Pemprov DKI Jakarta menerapkan PSBB ketat.

“Iya, salah satunya seperti itu (tetap melayani makan di tempat), makanya kemudian kita lakukan tindakan itu ditutup. Kita tutup dulu,” ucap Arifin.

Dia mengatakan pihaknya belum memberikan sanksi denda kepada kedelapan tempat makan itu. Baru berupa peringatan penutupan. “Iya, baru melanggar,” ujar Arifin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub No 88 Tahun 2020 mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan kembali diterapkan di DKI Jakarta mulai 14 September 2020. Dalam aturan itu, restoran hingga kafe dilarang melayani makan di tempat atau dine in.

“Beberapa tempat kegiatan yang bisa beroperasi tapi dengan kondisi tertentu, restoran, rumah makan, dan kafe bisa beroperasi hanya dengan memberikan pengantaran atau ambil bawa pulang. Tetapi tidak diizinkan menerima pengunjung makan di tempat,” kata Anies dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (13/9).

Anies mengatakan restoran hingga kafe di DKI Jakarta hanya diperbolehkan melayani pesanan yang dibawa pulang atau pesan antar.

“Beroperasi bisa, tapi hanya untuk pesan antar atau bawa pulang,” ujarnya.

 

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait