FOKUS

Melihat Potensi Produk Kopi Indonesia Masuk Pasar Rusia

Tandaseru – Produk asal Indonesia mulai meraih nama di pasar Rusia, setelah Bali Hai dan Torabika, dalam waktu singkat akan segera diikuti oleh produk Kapal Api dan produk-produk lain dari Indonesia.​ ​

Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus M. Wahid Supriyadi yakin produk-produk makanan lain dari Indonesia sangat potensial untuk masuk pasar Rusia.

“Pada 24-26 April 2019 KBRI Moskow akan memfasilitasi pengusaha produk halal dan pakaian Muslim Indonesia pada acara The 11th International Economic Summit ’Russia-Islamic World: Kazan Summit 2019’ di Kazan, Tatarstan yang mayoritas penduduknya beragama Islam,” ujar Dubes Wahid.​

Sementera itu, pada ProdExpo yang merupakan salah satu pameran tahunan terbesar di Rusia dan Eropa Timur kali ini diikuti oleh 2.442 peserta dari 69 negara termasuk Indonesia dan berlangsung dari tanggal 11 hingga 15 Februari 2019. Sebanyak 3 perusahaan Indonesia ikut serta pada pameran tersebut, yaitu PT Kapal Api melalui EuroTrade sebagai distributornya di Rusia, PT Sasa Inti, dan PT Indofood.​

Walaupun produk PT Kapal Api baru masuk ke pasar Rusia pada 2017, tercatat pada tahun 2018 perusahaan tersebut telah mampu mengekspor 54 kontainer produk kopi instan Good Day. Pada tahun 2019 PT Kapal Api menargetkan untuk dapat mengekspor sebesar 100 kontainer.​

Hadi Santoso, Direktur Pemasaran PT Sasa Inti yang memproduksi beracam-macam sambal, santan, bumbu-bumbu instan mengatakan keikutsertaannya pada pameran kali ini adalah untuk testing the market. Pihaknya sangat berterima kasih kepada KBRI yang telah memfasilitasi sebuah pavilion di pameran yang merupakan salah satu terbesar di Eropa Timur ini.​

Kehadiran PT Indofood di pameran merupakan kali pertama walaupun salah satu produknya telah masuk pasar Rusia, yaitu Pop Mie Indomie Goreng. Perusahaan ini optimis bahwa varian produk lainnya juga diharapkan dapat diterima pasar Rusia.​

Sebagai catatan, produk bir Bali Hai yang baru masuk pasar Rusia pada tahun 2018 saat ini telah melakuakan penetrasi di 90% jaringan toko swalayan di Kawasan Timur Jauh Rusia. Sedangkan produk Mayora kopi instan Torabika tahun lalu telah mengekspor 1000 kontainer dengan nilai sekitar US$20 juta. ​

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait