FOKUS

Melihat Praktik Diplomasi para Diplomat Indonesia di Manca Negara

JAKARTA (tandaseru.id) – Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi diplomasi, salah satunya reporting, para diplomat harus menyertakan analisa dan penilaian situasi dalam laporan peristiwa di negara setempat.

Secara kumulatif pengalaman, pengamatan dan penilaian ini menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi publik dan kemudian dikumpulkan serta diterbitkan dalam satu buku yang mencakup rentang waktu tugas lebih dari 35 tahun dari 17 diplomat senior Indonesia.

Demikian disampaikan Dr. Darmansjah Djumala, Duta Besar/Wakil Tetap RI di Wina sekaligus salah satu narasumber Webinar Bedah Buku “Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara” yang diadakan oleh Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Sriwijaya (Unsri), Senin (5/4/2021).

Narasumber lain pada acara tersebut adalah Bagas Hapsoro yang pernah menjabat Duta Besar RI untuk Swedia (2016-2020) dan sebagai Pembedah Buku adalah H. Azhar, SH, M.Sc., LL.M, LL.D, Ketua Jurusan Hubungan Internasional, FISIP Unsri.

Webinar tersebut membahas buku berisi 21 tulisan mengenai pengalaman 17 diplomat senior dan Duta Besar RI di mancanegara yang juga alumnus Sekolah Dinas Angkatan X (Sekdilu X) Kemlu tahun 1984-1985.

webinar

Buku memuat pengalaman praktis yang mencakup pengalaman pelaksanaan  tugas pokok diplomasi yaitu representing, negotiating, protecting, promoting, dan reporting, selama mereka memimpin Perwakilan di berbagai negara akreditasi.

Apresiasi disampaikan oleh Prof. Dr. Kgs. Muhammad Sobri, M.Si, Dekan FISIP Unsri saat membuka acara, yang mencatat antusiasme sekitar hampir 300 peserta yang mendaftar serta menyimak hingga akhir acara daring tersebut.

“Pandemi Covid-19 memberikan hikmah pelaksanan kegiatan secara daring, sehingga dapat menghadirkan para Duta Besar penulis dan editor buku pada kesempatan ini. Buku ini juga diyakini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dalam menimba ilmu dan pengalaman para diplomat, sehingga dapat meningkatkan kualitas akademik Indonesia di masa mendatang,” ujar Prof. Sobri.

Sementara itu, H. Azhar mengatakan, dalam konteks perubahan paradigma pendidikan nasional melalui program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, mahasiswa dituntut untuk tidak saja mendalami kajian teoritis, tetapi juga memperkuat mengenai aspek praktis di lapangan.

“Kesempatan bertemu langung dan berdiskusi dengan para Editor buku merupakan sesuatu yang tidak ternilai harganya,” ujarnya.

Hadapi Berbagai Isu

Dr. Darmansjah Djumala sebagai salah satu editor buku yang dibedah tersebut, menekankan bahwa Duta Besar sebagai wakil dari negara, pemerintah, dan Presiden di wilayah negara sahabat menghadapi berbagai isu politik, ekonomi, sosial budaya, dan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kerap menjadi wacana publik di Tanah Air.

Dalam konteks diplomasi bilateral, Djumala juga mengangkat relevansi politik bebas aktif dan gerakan Non-Blok di tengah dinamika geopolitik internasional yang dituangkan dalam buku melalui pengalaman para Dubes RI untuk Azerbaijan dan Ukraina.

Dalam situasi tersebut, Indonesia mempertahankan prinsip politik bebas aktif dan non-blok dengan menjaga hubungan baik dengan semua negara, ditengah tekanan pengaruh negara besar yang terlibat.

Sementara itu, dalam aspek diplomasi multilateral yang “membumi”, Djumala mencontohkan pengalaman Indonesia sebagai Chairman of the Board of Governors dari IAEA tahun 2017-2018 yang mendorong penggunaan teknologi nuklir bukan untuk berperang tetapi untuk tujuan damai yang berikan manfaat langsung pada rakyat.

Diplomasi Membumi

Bagas Hapsoro yang pernah menjabat sebagi Dubes di Swedia (2016-2020) dan juga editor buku dimaksud, mengingatkan arti penting tujuan kita bernegara yang jelas tertuang dalam alinea 4 Pembukaan UUD 1945, antara lain melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Buku juga tekankan pentingnya sifat inklusif diplomasi Indonesia yang merangkul konstituen dalam negeri membentuk Triple Helix (pemerintah-pebisnis-akademisi), serta pentingnya diplomasi “membumi” yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Sebagai contoh, tutur Bagas, yakni bagaimana upaya para Duta Besar RI untuk menarik investasi dan meningkatkan ekspor Indonesia sebagaimana dilakukan oleh para Dubes RI di Mesir, Maroko dan Swedia.

Bagas juga soroti upaya kontekstualisasi norma Internasional yang berkembang seperti implementasi toleransi beragama di Vatikan dan keanekaragaman hayati di Finlandia yang relevan dengan situasi dan kondisi di Indonesia. Intinya buku menyoroti upaya diplomasi Indonesia yang hakikatnya adalah memperjuangkan kepentingan nasional.

Contoh Aplikatif

Sebagai pembedah buku, H. Azhar menyoroti berbagai contoh-contoh aplikatif prinsip politik bebas aktif dan non-blok dalam teori hubungan internasional di dalam buku yang menjadi pembahasan.

Beberapa contoh yang diangkat Azhar, antara lain pentingnya diplomasi nuklir yang membumi ditengah masih lemahnya perjanjian hukum internasional yang ada, aplikasi isu human security dengan menjadikan Indonesia sebagai inspirasi kemajemukan umat beragama dunia melalui peristiwa Deklarasi Roma.

Selain itu, upaya perlindungan WNI di luar negeri, berbagi pengalaman proses perdamaian Aceh, serta inisiatif dan upaya para Duta Besar penulis buku dalam memajukan ekspor dan investasi yang dapat digali lebih lanjut oleh Unsri pada kesempatan lain di masa mendatang.

Pada sesi tanya jawab, terdapat lebih dari 19 pertanyaan yang mengemuka tidak saja mengenai pengalaman para editor, tetapi juga mencakup isu-isu strategis terkini seperti mengenai diplomasi kopi, Islamophobia di Eropa, isu Hak Asasi Manusia, keamanan regional dan kedaulatan, hingga isu pengarusutamaan gender.

Bagi yang berminat membeli buku “Diplomasi: Kiprah Diplomat Indonesia di Mancanegara”, dalam format e-book dapat mengakses Gramedia.com. Untuk versi cetak dapat menghubungi: E.D. Syarief Syamsuri (HP: +62 812 9061 015).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com