FOKUS

Mematikan, Algojo Terbengis di Dunia ini Ada dari Indonesia!

JAKARTA (!) – Algojo adalah seseorang yang bertugas untuk mengeksekusi mati para narapidana. Tapi bukan sekedar mengeksekusi, ada sejumlah algojo terbengis di dunia, bahkan salah satunya dari Indonesia.

Inilah beberapa algojo yang terkenal akan kebengisannya, akibat tugasnya tersebut mereka ini dapat membunuh ribuan orang narapidana atau tahanan dengan kasus berat. Siapa saja mereka?

Algojo terbengis di dunia Johann Reichhart dari Jerman

Algojo terbengis di dunia yang pertama ini karirnya sebagai algojo merupakan bagian dari “bisnis” warisan dari keluarganya.

Sebab, kakek dan juga ayah Johan merupakan algojo terkenal di masanya. Johan bekerja sebagai algojo resmi sejak 1924.

Johann kerap disewa pihak militer sebagai pengeksekusi terpidana dalam kasus kejahatan berat. Total seluruh “korban” yang mati ditangan Johan kurang lebih ada 3.000 orang!

Cara paling terkenal yang digunakannya untuk mengeksekusi narapidana itu adalah dengan memenggal kepala mereka menggunakan alat pemenggal kepala sekali tebas.

Dengan alat itu kepala manusia bisa langsung putus dan mereka bisa tewas seketika. Dari situlah Johan banyak menerima uang. Biarpun bayarannya besar, dirinya harus rela dicemooh serta dikecam oleh orang-orang yang membencinya, akibat predikat algojo tersadis di dunia.

Vasili Blokhin algojo dari Rusia

Rusia yang dahulunya bernama Uni Soviet adalah salah satu negara terkenal paling berkuasa serta bertidak semena-mena. Salah satu algojo terbengis di dunia juga ada di negara tersebut.

Vasili adalah pria kelahiran 7 Januari 1895 yang merupakan kepala algojo tak tertandingi pada zaman itu. Diketahui dia sudah total membunuh lebih dari 10.000 orang sepanjang karir sebagai algojo.

Salah satu aksi terbengisnya yang terkenal adalah saat Vasili mengeksekusi 7.000 tahanan Polandia di hutan Katyn menggunakan pistol.

Walaupun tindakannya itu nampak brutal dan keji, tapi karena hal tersebut merupakan tugas yang diperintahkan langsung dari pemerintah, dia tak akan pernah dihukum.

Justru sebaliknya, pria tersebut malah mendapat penghargaan, pasalnya dia dianggap bekerja dengan sangat cepat serta sempurna.

Bahkan rakyat memuji-muji Vasili layaknya pahlawan. Tetapi dibalik karirnya yang gemilang sebagai algojo, Vasili justru meninggal dengan cara bunuh diri pada 1955 saat berusia 60 tahun.

Anwar Congo algojo asal Indonesia

Ini algojo yang ditunggu-tunggu, datang dari Indonesia. Anwar Congo merupakan pria berkulit hitam pertama di Indonesia yang bertugas sebagai algojo.

Anwar berasal dari Medan, Indonesia. Pria tersebut dulunya hanya seorang pemuda penjaga tiket bioskop lawas pada zaman dahulu.

Tetapi, pada masa 1965 tepatnya ketika era Sukarno berakhir, dia menjadi pemuda biasa yang kadang menjadi preman dan ditunjuk sebagai algojo untuk membantai mereka yang diduga masuk dalam jaringan komunis alias PKI.

Bukan itu saja, kabarnya Anwar juga sebagai algojo untuk mereka orang-orang etnis tionghoa, orang-orang yang dianggap menganggu keamanan negara dan sejenisnya.

Dia juga mengaku telah menghabisi nyawa manusia, hingga kurang lebih 1 juta orang bersama dengan teman-temannya.

Hal tersebut membuat dirinya dijuluki sebagai salah satu algojo terbengis di dunia! Cara pria tersebut menghabisi nyawa korbannya pun terbilang sadis.

Dia akan melilitkan kawat ke leher korban, kemudian menariknya sampai tewas. Meski begitu, sampai kini Anwar tak pernah dihukum atas dugaan pembantaian massal atau sejenisnya.

Pasalnya, pria yang sempat tampil di film dokumenter Jagal ini mengaku tindakannya sebagai algojo itu semata-mata untuk melindungi pejabat ataupun orang-orang berwenang saat itu.

Jika para algojo terbengis di dunia ini masih ada, akan seperti apa ya?

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com