FOKUS

Menanti Jet Tempur Siluman F-35B di Langit Singapura

WASHINGTON DC (tandaseru) – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat 9 Januari lalu telah menyetujui penjualan Pesawat tempur siluman F-35B Short Take-Off dan Vertical Landing (STOVL) kepada Singapura dengan harga sekitar US$2,75 miliar atau setara 37,5 triliun rupiah.

Hal ini diperjelas dengan rilis Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA), yang mengatakan, penjualan F-35B bagi Singapura ini tinggal menunggu persetujuan Kongres. Secara resmi, kongres diberitahu tentang penjualan yang diusulkan pada hari Kamis (16/1) lalu dan akan memiliki waktu 30 hari untuk meninjau sebelum disetujui.

Pemerintah Singapura telah mengajukan pembelian hingga 12 pesawat F-35B STOVL, termasuk Electronic Warfare Systems, Navigasi dan Identifikasi (C4I CNI), suku cadang, pelatihan personil serta elemen pendukung logistik lainnya.

Analis teknologi pertahanan, Kelvin Wong, dari Jane’s Defence weekly mengatakan, Rencana penutupan Paya Lebar Air Base tahun 2030 untuk dialih fungsi sebagai kawasan komersial akan menjadikan F-35B pesawat yang ideal saat melakukan operasi udara dari fasilitas alternatif seperti Pangkalan Udara Sembawang.

Saat ini kekuatan udara Singapura didukung oleh pesawat tempur F-15 dan F-16 Blok 52, pesawat tanker KC-135 stratotanker, helikopter tempur AH-64 D Apache dan Heli angkut Chinook, serta senjata penangkis serangan udara.

Singapura akan menjadi negara keempat di kawasan Asia-Pasifik yang memiliki jet tempur F-35, setelah Australia, Jepang, dan Korea Selatan,

infografis F35

infografis F35

infografis F35

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait